Kepala DPMPTSP NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP., ME. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB memfasilitasi pertemuan dan presentasi rencana kerja sama pengembangan energi baru terbarukan antara PT Berkah Energi Lombok dan perusahaan energi terbarukan asal Filipina, Alternative Corporation Venture (AVC). Kegiatan tersebut berlangsung di Prime Park Hotel, Mataram.

Pertemuan ini membahas peluang investasi pengolahan sampah menjadi energi ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi hijau di Provinsi NTB. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran DPMPTSP NTB, tim ahli Gubernur NTB, akademisi, serta perwakilan dari kedua perusahaan.

Baca Juga:  Dikbud Sumbawa Targetkan Percepatan Pengangkatan Kepala Sekolah Definitif

Dalam pengantar kegiatan, disampaikan bahwa pengelolaan sampah ke depan tidak lagi dipandang semata sebagai beban daerah, melainkan sebagai potensi ekonomi dan sumber energi yang dapat dikelola secara berkelanjutan. Konsep pengelolaan yang ditawarkan mengedepankan skema kolaboratif antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat, bukan berbasis badan usaha konvensional semata.

Kepala DPMPTSP NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP., ME, dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong masuknya investasi berkualitas, khususnya di sektor energi baru terbarukan.

Baca Juga:  Stunting di NTB Turun Drastis

“Target investasi NTB saat ini mencapai Rp61,9 triliun, bahkan jika mengacu pada RPJMD dapat mencapai Rp68 triliun. Target besar ini tentu membutuhkan dukungan nyata dari para investor. Karena itu, kami terus berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan dan mulai mengembangkan sektor-sektor alternatif yang berkelanjutan, salah satunya energi terbarukan,” jelas Irnadi.

Ia menambahkan bahwa DPMPTSP NTB pada prinsipnya sangat mendukung setiap inisiatif pelaku usaha, sepanjang memenuhi prosedur, ketentuan perizinan, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, iklim investasi di NTB terbuka dan kondusif.

Baca Juga:  Tak Sekadar Investasi, DPRD Sumbawa Minta Kejelasan Skema Program Unggas Terintegrasi

“Di NTB tidak ada proses yang sulit selama mekanisme dan tahapan dilalui dengan benar. Pemerintah daerah siap memfasilitasi dan mengawal investasi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama strategis yang mampu mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan sampah, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Provinsi NTB. (*)