Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin menghadiri kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 yang berlangsung Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Jakarta. (Ist)
Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin menghadiri kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 yang berlangsung Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Jakarta. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin menghadiri kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 yang berlangsung Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Jakarta Jum’at (29/11/2024).

PTBI diselenggarakan sebagai referensi bagi para pelaku industri, investor, dan kalangan dunia usaha dalam menentukan keputusan bisnis ke depan. Bertajuk Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional, kegiatan tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia, sejumlah menteri, para kepala daerah dan Gubernur Bank Indonesia.

“Pada pertemuan tahunan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan dan menekankan sinergi dan stabilitas yang merupakan kunci dari transformasi perekonomian Indonesia,” jelasnya. Presiden Prabowo dalam sambutan lengkapnya, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menghadapi tantangan global yang terus berkembang.

Baca Juga:  Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

“Sinergi, kolaborasi, dan persatuan adalah kunci menghadapi dinamika ekonomi global. Kita berada dalam posisi strategis untuk menjadi negara maju. Asalkan stabilitas dan kebijakan yang inklusif terus dipertahankan,” ujarnya mengutip arahan presiden.

Presiden menyoroti peran penting perbankan dalam mendorong Indonesia menjadi negara maju menjelang 2045. Menurutnya, dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah sebagai kekuatan ekonomi baru dunia.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, memaparkan arah kebijakan BI untuk tahun 2025. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk nilai tukar dan suku bunga, sambil mendukung pertumbuhan yang inklusif melalui bauran kebijakan moneter dan sistem pembayaran.

Baca Juga:  Sinergi Bank Jatim - Bank NTB Syariah, dan IZI Hadirkan Kacamata Gratis bagi 220 Pelajar di Jawa Timur

Salah satu langkah strategis yang re rencananya dilakukan, peningkatan insentif likuiditas makroprudensial. Perry mengungkapkan, jumlah insentif akan dinaikkan dari Rp259 triliun menjadi Rp283 triliun mulai Januari 2025. Untuk mendukung pembiayaan di sektor-sektor prioritas. “Kami terus mendorong pertumbuhan kredit melalui kebijakan makroprudensial yang inklusif,” imbuhnya. (red)