
NUSRAMEDIA.COM — Tensi geopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel kini sedang meningkat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat pun terus melakukan koordinasi.
Upaya itu tak lain untuk memastikan seluruh warga NTB yang berada di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman dan tetap dalam pemantauan intensif perwakilan Republik Indonesia.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik kepada awak media.
Ini, masih dikatakan Doktor AKA akrabnya Kadiskominfotik itu disapa, berdasarkan koordinasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB serta laporan resmi kementerian terkait.
■ 155 PMI NTB di Timur Tengah dalam Pengawasan KBRI dan KJRI
Berdasarkan data resmi dari sistem CNC yang dikelola Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), tercatat 155 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB berada di kawasan Timur Tengah.
Rinciannya:
• 144 orang di Arab Saudi
• 10 orang di Uni Emirat Arab
• 1 orang di Kuwait
Mayoritas bekerja di sektor jasa personal dan domestik, serta sebagian lainnya di sektor akomodasi, kesehatan, pertambangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
“Seluruh PMI asal NTB dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak berada pada zona terdampak langsung konflik. Mereka terus dipantau oleh KBRI dan KJRI sesuai wilayah penempatan,” tegas Ahsanul Khalik.
■ 1.372 Jamaah Umroh NTB Masih di Arab Saudi, Seluruhnya Aman
Selain PMI, Pemerinta Provinsi NTB juga tengah intens memantau keberadaan sejumlah jamaah umroh asal NTB yang saat ini tengah berada di Arab Saudi.
Berdasarkan data resmi per 2 Maret 2026, sebanyak 1.415 jamaah telah diberangkatkan menuju Jeddah sejak 19 Februari 2026 melalui Bandara Internasional Lombok.
Dari jumlah tersebut:
• 43 jamaah telah kembali ke Indonesia
• 1.372 jamaah masih berada di Arab Saudi
• Jadwal kepulangan dimulai 7 Maret 2026
• Rata-rata masa tinggal 9–12 hari
“Seluruh jamaah dalam keadaan aman dan sedang menjalankan ibadah umroh. Kita doakan kepulangan mereka berjalan lancar dan tidak terdampak situasi konflik,” ujar Ahsanul Khalik.
■ Perlindungan Negara Disiagakan Penuh
Seluruh warga NTB di kawasan Timur Tengah berada dalam sistem perlindungan negara melalui:
• Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh
• Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah
• Perwakilan RI di Uni Emirat Arab dan Kuwait
Pemprov NTB juga menyiapkan mekanisme koordinasi cepat apabila terjadi perkembangan situasi yang memerlukan langkah perlindungan lebih lanjut.
“Kami memahami adanya kekhawatiran keluarga di NTB. Namun hingga saat ini tidak ada laporan warga NTB yang terdampak langsung konflik. Pemerintah terus melakukan komunikasi berkala dan akan menyampaikan perkembangan secara resmi,” tegasnya.
■ Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Pemprov NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memastikan pemantauan terus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perlindungan warga daerah di luar negeri.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi pemerintah, sembari memastikan keselamatan PMI dan jamaah umroh NTB tetap menjadi prioritas utama.
Di tengah situasi global yang dinamis, Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk hadir dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti kabar dari tanah air. (*)













