Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Hadrian Irfani. (Ist)
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Hadrian Irfani. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat, Lalu Hadrian Irfani mengaku meyakini duet Sitti Rohmi Djalilah dan Musyafirin (Rohmi-Firin) mampu memenangkan Pilgub NTB 2024 ini.

Keyakinan yang disampaikan pria yang kerap disapa Lalu Arie itu, bukan tanpa alasan. Karena pasangan tersebut dinilai memiliki latar belakang dan basis suara yang jelas. “Kami yakin (Rohmi-Firin) menang,” ujarnya.

Dimana Rohmi diketahui merupakan perwakilan dari salah satu ormas terbesar di NTB, yaitu Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Sedangkan Firin adalah Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga:  KONI DKI Jakarta dan NTB Komit Sukseskan PON Nusa Tenggara XXII/2028

“Karena background elektoralnya jelas. Bu Rohmi representasi ormas NWDI. Pak Firin representasi Ketua PCNU. Dua tokoh ini memiliki karakter kuat,” kata pria yang juga Ketua Komisi V DPRD NTB itu.

Dengan adanya modal yang dianggap besar itu, Lalu Hadrian Irfani lantas mengatakan, bahwa untuk merebut hati sekaligus meyakinkan masyarakat dinilainya sangat mampu.

Terlebih sosok keduanya cukup dikenal di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. “Sehingga meyakinkan masyarakat beliau-beliau mampu. NTB ini paling pas dipimpin Rohmi-Firin,” tutupnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB : Stop Penyalahgunaan NTB Care, Pengaduan ke SP4N-LAPOR!

Sekedar informasi, Sitti Rohmi Djalilah merupakan Eks Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023. Sedangkan Musyafirin sendiri juga diketahui merupakan Bupati Sumbawa Barat dua periode.

Untuk diketahui pula, saat ini disebut-sebut hanya tiga paslon yang dipastikan akan “bertarung” masuk “gelanggang” Pilgub NTB 2024. Karena ketiganya telah mengantongi “Golden Ticket” untuk maju di Pilgub NTB tahun ini.

Pertama, Dr. H. Zulkieflimansyah-H. Suhaili FT (Zul-Uhel). Pasangan ini mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (8 kursi), Partai Demokrat (6 kursi), Partai NasDem (4 kursi).

Baca Juga:  Tak Sekedar Seremonial Hardiknas, Komisi IV Dorong Program Anti-Bullying Berkelanjutan

Kedua, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah-Dr. H. W. Musyafirin (Rohmi-Firin). Pasangan ini diusung oleh tiga partai politik (parpol), yaitu PKB (6 kursi), Perindo (3 kursi) dan PDI Perjuangan (4 kursi).

Ketiga, ada Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal-Hj. Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) yang didukung Partai Gerindra (10 kursi), PAN (4 kursi), PPP (7 kursi) dan Golkar (10 kursi). Kabarnya pula, pasangan ini juga didukung oleh Partai Hanura. (red)