
NUSRAMEDIA.COM — Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa menyambut baik langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang menekankan penguatan peran orang tua dalam pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov, menilai pendekatan tersebut sebagai langkah tepat. Menurutnya, persoalan bullying tidak dapat diselesaikan hanya di lingkungan sekolah.
Melainkan, masih kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, harus melibatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.
“Kami Komisi IV menyambut baik langkah Dinas Dikbud Sumbawa dalam momentum Hardiknas 2026 yang menekankan penguatan peran orang tua dalam pencegahan perundungan atau bullying ini,” ujarnya kepada NUSRAMEDIA, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa program anti-bullying tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata dalam peringatan Hardiknas. Diperlukan langkah konkret yang berkelanjutan dan terukur.
Dengan harapan, lanjut Dewan Takdir kerap Ketua Komisi IV itu disapa, ada indikator yang jelas terkait penurunan angka kasus bullying di sekolah. Ini sebagai tolok ukur keberhasilan program tersebut.
Selain itu, Komisi IV DPRD Sumbawa juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam mendeteksi secara dini potensi perundungan di lingkungan sekolah.
“Kami juga mendorong setiap sekolah memiliki SOP penanganan bullying yang jelas. Pembentukan tim konseling/pendampingan psikologis bagi siswa. Termasuk pelibatan aktif komite sekolah dan orang tua secara sistematis, bukan insidental,” desaknya.
Tak hanya itu, Komisi IV juga memastikan akan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal agar program yang dicanangkan benar-benar berjalan di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi siswa.
“Kami juga akan melakukan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa program ini benar-benar berjalan di lapangan, memiliki dampak nyata bagi siswa dan tidak sekadar menjadi jargon kebijakan,” tegas Dewan Takdir.
“Perlindungan anak dari bullying adalah tanggungjawab bersama. Kami di Komisi IV memastikan kebijakan ini tidak hanya baik di konsep, tetapi juga kuat dalam implementasi,” demikian ia menambahkan. (*)













