HEADLINE

NTB Jaga Stabilitas Harga Bapok Jelang Hari Raya Idul Adha

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Ibnu Salim membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Ibnu Salim membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Ini dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H yang berlangsung di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB.

Pj Sekda NTB mengatakan bahwa penganan inflasi daerah merupakan program yang sangat penting, sehingga diharapkan komitmen dan konsistensi dari seluruh Kabupaten/Kota.

“Komitmen itu yang paling penting, harus konsisten dengan komitmen yang dipegang, jangan sampai setelah rakor diabaikan, tetapi harus setiap saat untuk dapat memanfaatkan momentum setiap hari untuk sama – sama bekerja keras menekan inflasi,” pesannya.

Baca Juga:  Apapun Keputusan DPP PPP, Muzihir Tegaskan Sami'na Wa Atho'na

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Ghani, M.Si juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh TPID Kabupaten/Kita atas kinerja yang telah dilakukan.

“Kita berharap agar provinsi NTB pada TPID Awards 2024 yang akan berlangsung pada tanggal 14 Juni 2024 di Jakarta, ini adalah kerja yang luar biasa dari Tim TPID NTB, semoga prestasi ini dapat kita pertahankan,” ungkapnya.

Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma mengatakan bahwa barometer inflasi di NTB ada pada Kota Mataram, Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga:  Pemda Sumbawa Dorong Program Konservasi SDA

“Alhamdulillah, Kabupaten Sumbawa berhasil menjadi kontributor paling redah angka inflasinya sebesar 2,19 persen, sementara Kota Mataram sebesar 3,18 persen dan Kota Bima sebesar 2,91 persen,” jelasnya.

Adapun data ketersediaan pangan strategis menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2024 dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, yaitu beras sebanyak 272,6 ton, jagung sebanyak 59,8 ton.

Kemudian daging sapi sebanyak 1,972 ton, daging ayam sebanyak 6,863 ton, telur ayam sebanyak 7,355 ton, minyak goreng sebanyak 5,211 ton, gula pasir 3,763 ton, cabe rawit sebanyak 2,126 ton.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Siap Menangkan Haji Mo-BJS

Selanjutnya cabe besar sebanyak 1,889 ton, bawang merah sebanyak 29,896 ton, bawang putih sebanyak 1,199 ton dan kedelai sebesar 1,826 ton.

Rakor berlangsung secara khidmat dan turut hadir Kepala BPS Provinsi NTB, Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB, Kepala Dinas Lingkup Provinsi NTB dan seluruh TPID Kabupaten Kota. (red)