Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Pertamina Depo Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Sejumlan nelayan asal Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa “menggedor” Pertamina Depot Badas, Selasa 25 Oktober 2022. Dalam aksi unjuk rasa, mereka menuntut keadilan atas kebijakan pihak Pertamina Depot Badas.

Karena dinilai telah merugikan nelayan dengan pengurangan kuota subsidi BBM jenis solar dan pertalite. Dimana peruntukan bagi para nelayan dipangkas hingga 60 liter dari kuota yang diberikan pusat kepada nelayan sebanyak 200 liter bagi wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara.

Baca Juga:  NTB Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis Kearifan Lokal, Siap Jadi Pelopor di Indonesia Timur

Dalam orasinya, Ahyar selaku Korlap Aksi meminta kepada pihak pertamina agar mau menemui dan menjelaskan secara langsung terkait regulasi dasar atas kebijakan tersebut. “Kami siap bertemu dengan pimpinan pertamina terkait dengan kebijakan ini,” kata pria yang kerap disapa dengan panggilan Ribut ini sembari berharap, pertamina mencabut kebijakan itu.

Karena ia menilai kebijakan tersebut tidak mendasar bahkan dinilai melanggar aturan yang telah ditetapkan Kementerian BUMN. Pihak pertamina pun langsung merespon dengan baik dan bersedia menerima perwakilan massa aksi sebanyak 8 orang untuk duduk dan berdialog bersama.

Baca Juga:  Atlet Atletik Sumbawa Bersinar di Kejurprov NTB 2026, KONI Beri Apresiasi Tinggi

Para perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh perwakilan pertamina setempat. Setia Bagus selaku Manager Tenaga Kerja mengaku meminta waktu untuk berkoordinasi terlebih dahulu terkait dengan persoalan tersebut kepada atasannya.

Karena saat ini, atasannya tengah berada di Lombok. Dia juga menyatakan bakal menindak lanjuti apa yang menjadi keluhan para nelayan. “Semua apa yang disampaikan teman-teman nelayan akan kami tampung, dan tindak lanjuti,” demikian Setia Bagus. (red)