Cendekiawan Rocky Gerung dijadwalkan bakal berkunjung di Kota Mataram, Lombok-NTB. Akademisi sekaligus filsuf ini akan hadir di Bonum Coffee pukul 14.00-17.00 Wita. (Ist)
Cendekiawan Rocky Gerung dijadwalkan bakal berkunjung di Kota Mataram, Lombok-NTB. Akademisi sekaligus filsuf ini akan hadir di Bonum Coffee pukul 14.00-17.00 Wita. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Cendekiawan Rocky Gerung dijadwalkan bakal berkunjung di Kota Mataram, Lombok-NTB. Akademisi sekaligus filsuf ini akan hadir di Bonum Coffee pukul 14.00-17.00 Wita.

Rocky Gerung akan menghadiri diskusi publik yang digelar Metajuridika. Adapun tema besar yang diangkat yaitu “Masa Depan Demokrasi.” Tampil pula nantinya, Widodo Dwi Putro-Dosen Fakultas Hukum Unram.

Kemudian Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Acara tersebut nantinya akan dipandu oleh narasumber M Riadhussyah. Metajuridika mengundang semua pihak yang peduli tentang masa depan demokrasi untuk bergabung dalam acara ini.

Baca Juga:  Mudik Gratis ke Pulau Sumbawa, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Lembaga Kajian itu yakin bahwa dengan kolaborasi dan pemikiran kritis, dapat menciptakan demokrasi yang lebih kuat, inklusif, dan adil.

Indeks Demokrasi Indonesia yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) pada awal Februari 2023 masih tercatat kurang berkembang positif.

Indonesia berada di bawah Kolombia dan Filipina. Indonesia kini berada di peringkat ke-54 dari 167 negara dengan skor 6,71. Skor ini sama dengan indeks demokrasi tahun 2021 lalu.

“Namun, peringkat Indonesia turun dari 52 ke 54. Indonesia berada di bawah Kolombia yang duduk di peringkat ke-53, yakni dengan skor 6,72. Indonesia juga berada di bawah Filipina yang berada di peringkat ke-52 dengan skor 6,73 dan Malaysia di peringkat 40 dengan skor 7,30,” dikutip dari rilis Metajuridika.

Baca Juga:  PMI Dea Malela Gelar Iftar Jama’i dan Haflah Tilawatil Qur’an, Perkuat Syiar Islam di Sumbawa

Metajuridika melihat Demokrasi merupakan salah satu prinsip dasar dalam tatanan sosial dan politik yang memberikan warga negara hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

Namun, demokrasi saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi hingga isu-isu sosial yang semakin kompleks.

Oleh karenanya, itu sebabnya para akademisi tersebut akan menggelar diskusi publik memaparkan kondisi demokrasi terkini di Indonesia.

“Kami berharap diskusi ini akan mendorong kerja sama pemikiran lintas pengetahuan dan kepentingan,” kata Ketua Panitia melalui keterangan tertulisnya.

Baca Juga:  Penataan Saliper Ate–Pantai Goa Berlanjut, Pemkab Sumbawa Siapkan Persyaratan Teknis

“Serta dapat menciptakan solusi yang inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh demokrasi di Indonesia,” demikian M Riadhusyah menambahkan.

Sekedar informasi, untuk informasi lebih lanjut terkait kegiatan acara tersebut, masyarakat bisa mendaftar sebagai peserta dan dapat menghubungi Lela-087762271870. (red)