Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Rencana pembangunan Bendungan Kerekeh di Kecamatan Unter Iwes kian serius digarap. Namun, proyek besar ini menghadapi tantangan utama: kebutuhan lahan mencapai 300,49 hektare yang harus segera dipenuhi.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyebut, ratusan hektare lahan tersebut mencakup berbagai jenis penggunaan, mulai dari lahan pertanian, tegalan, hingga kawasan hutan yang proses pembebasannya tidak sederhana.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengungkapkan bahwa total lahan terdampak terdiri dari sekitar 74 hektare lahan pertanian, 125 hektare tegalan, dan 141 hektare kawasan hutan.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD NTB : Inovasi Daerah Jangan Hanya Konsep, Harus Terasa

“Untuk lahan kawasan hutan, prosesnya cukup panjang dan kompleks. Kami berharap dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I agar proses ini bisa dipercepat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkab Sumbawa juga tengah mendorong agar Bendungan Kerekeh masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Status tersebut dinilai krusial untuk mempercepat proses perizinan, terutama terkait penggunaan kawasan hutan yang selama ini menjadi kendala utama.

“Kami sudah mengusulkan ke Kementerian PUPR agar bendungan ini masuk PSN. Dengan begitu, akan ada kemudahan dalam proses perizinan,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak 2026 Lebih Tertata

Di sisi lain, pemerintah juga masih menunggu hasil review dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai terkait dokumen pengadaan lahan dan rencana relokasi warga atau Land Acquisition and Resettlement Action Plan yang telah disusun lebih dari satu dekade lalu.

Meski demikian, optimisme tetap dijaga. Pemkab Sumbawa menargetkan pembangunan bendungan ini bisa mulai berjalan pada 2027, dengan berbagai dokumen pendukung yang kini terus dilengkapi.

Jika terealisasi, Bendungan Kerekeh diproyeksikan membawa dampak besar bagi daerah. Sekitar 4.500 hektare lahan pertanian akan mendapatkan suplai air, sekaligus menjadi solusi pengendalian banjir di Kota Sumbawa.

Baca Juga:  Momentum Hari Kartini : Bank NTB Syariah Gandeng GOW Mataram Hadirkan Aksi Nyata

Tak hanya itu, bendungan ini juga akan memperkuat pasokan air bersih, dengan kebutuhan PDAM yang diperkirakan mencapai 160 liter per detik hingga tahun 2050. “Manfaatnya sangat besar, mulai dari irigasi, pengendalian banjir, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat,” tegas Suharmaji.

Dengan potensi manfaat yang luas, Bendungan Kerekeh menjadi salah satu proyek kunci yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan air di Kabupaten Sumbawa ke depan. (*)