Kunjungan Kepala Bidang IKP Diskominfotik Provinsi NTB Safrudin diterima oleh Sekretaris Diskominfotiksandi Sumbawa Wahyu Indrajaya. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan penuh terhadap tiga agenda prioritas utama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, tahun 2026 dalam upaya mempercepat pembangunan daerah sekaligus menurunkan angka kemiskinan.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Sumbawa, Wahyu Indrajaya, menegaskan bahwa tiga agenda prioritas tersebut, yakni penghapusan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata, telah diintegrasikan dan diselaraskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa Tahun 2025–2029.

“Triple agenda provinsi sudah masuk ke dalam RPJMD Sumbawa, yang terdiri dari 17 tujuan dengan 13 sasaran, 15 indikator tujuan utama, dan dirumuskan menjadi 43 program prioritas daerah. Karena kami juga berkepentingan menyukseskan agenda provinsi tersebut,” ujarnya di Sumbawa, Selasa (23/12/2025).

Pada sektor ketahanan pangan, Wahyu menjelaskan bahwa Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, terus menggenjot perluasan lahan pertanian baru seluas 110 ribu hektare, dengan 55 ribu hektare di antaranya merupakan sawah irigasi teknis.

Baca Juga:  Sumbawa Dilanda Banjir, Johan Rosihan Tanggap Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Labuhan Bontong

Kabupaten Sumbawa juga ditopang dua bendungan besar kewenangan pemerintah pusat, delapan bendungan kewenangan provinsi, serta 72 jaringan irigasi kewenangan kabupaten yang diperkuat ratusan irigasi desa. Dengan dukungan tersebut, lahan pertanian yang sebelumnya hanya mampu dua kali tanam dan panen, kini ditargetkan dapat meningkat menjadi tiga kali tanam dalam setahun.

Selain pertanian, sektor kelautan, perikanan, dan peternakan menjadi penopang utama perekonomian Sumbawa. Daerah ini tercatat sebagai penghasil udang vaname terbesar, serta menjadi sentra peternakan terbesar di NTB.

Namun demikian, Wahyu mengakui masih terdapat kendala serius pada sektor distribusi logistik. Keterbatasan infrastruktur jalan dan pelabuhan menyebabkan biaya pengiriman hasil pertanian dan perikanan menjadi tinggi.

“Kami beberapa kali mengusulkan revitalisasi pelabuhan, karena biaya logistik yang tinggi sangat membebani petani dan nelayan. Setiap panen jagung, petani sering mengeluh karena harga anjlok akibat tingginya ongkos distribusi,” terangnya.

Baca Juga:  Pimpin Rapat Strategis, Wagub NTB Tekankan Sinergi dan Akselerasi Program Prioritas

Di sektor pariwisata, Kabupaten Sumbawa memiliki destinasi unggulan wisata premium hiu paus di Labuhan Jambu, Teluk Saleh, dengan populasi sekitar 100 ekor. Saat ini, sebanyak 23 ekor hiu paus telah dipasangi chip untuk memantau pergerakannya. Meski demikian, Wahyu menyoroti belum optimalnya dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar destinasi tersebut.

“Banyak kapal wisata hanya singgah di tengah laut lalu pergi. Paket wisata dijual oleh pihak luar, sementara masyarakat lokal belum mendapatkan manfaat ekonomi yang maksimal, padahal merekalah yang menjaga dan memberi makan hiu paus. Diperlukan regulasi yang berpihak kepada masyarakat agar wisata hiu paus benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Dalam upaya pengentasan kemiskinan, Pemkab Sumbawa menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar satu persen setiap tahun. Target tersebut diintegrasikan dengan program peningkatan layanan kesehatan dan penurunan angka stunting.

“Kami menargetkan penurunan kemiskinan satu persen setiap tahun,” katanya. Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa Pemkab Sumbawa juga menjalankan sejumlah program pendukung, salah satunya Sumbawa Hijau Lestari, sebuah gerakan pelestarian lingkungan yang digagas langsung oleh Bupati Sumbawa.

Baca Juga:  Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara, Energi Persatuan untuk NTB Makmur Mendunia

Selain itu, pemerintah daerah membentuk satuan tugas penanganan kawasan hutan dengan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat, khususnya petani penggarap hutan.

“Melalui program Sumbawa Hijau Lestari, telah disiapkan sekitar satu juta bibit tanaman seperti kemiri, sengon, kopi, dan berbagai jenis buah-buahan. Bibit tersebut telah ditanam di sejumlah wilayah, seperti di kawasan Bendungan Beringin Sila, serta didistribusikan ke Lendang Guar dan Lunyuk,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, Pemkab Sumbawa berkomitmen membuka akses wilayah-wilayah yang masih terisolasi, di antaranya Batu Lanteh, Batu Rotok, Tampang Kulit, Orong Telu hingga Lunyuk.

“Pembangunan infrastruktur jalan sangat krusial agar hasil bumi seperti kopi dan komoditas perkebunan lainnya dapat lebih cepat dan efisien sampai ke pasar,” pungkasnya. (*)