Anggota DPR RI, H. Johan Rosihan saat menyampaikan pidato ilmiah pada Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPR RI, Johan Rosihan, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

Hal itu disampaikan Johan Rosihan saat menyampaikan pidato ilmiah pada Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Sabtu (11/4/2026), yang diikuti oleh sekitar 400 wisudawan di Ruang Publik Kreatif UTS.

“Wisuda hari ini bukanlah akhir dari perjalanan ilmu, melainkan awal dari pertanggungjawaban ilmu. Gelar sarjana bukan sekadar kebanggaan, tetapi amanah konstitusi,” ujar Johan Rosihan.

Dalam pidatonya, Johan mengingatkan bahwa tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (3) tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab terhadap bangsa.

Baca Juga:  Bupati Sumbawa Dampingi Wamen Diktisaintek Bangkitkan Mimpi Global Santri

Karena itu, pria yang duduk di Komisi IV DPR RI tersebut mendorong para wisudawan untuk tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan adalah orang-orang berkarakter, yang mampu menjaga integritas dan menghadirkan solusi,” tegasnya.

Johan juga mengangkat nilai lokal Sumbawa, “Balong Bakalako”, sebagai fondasi karakter generasi masa depan. Balong berarti baik dalam kualitas dan capaian, sementara Bakalako berarti bermanfaat bagi diri, keluarga, dan lingkungan.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Siapkan Skema Agroforestri Gantikan Jagung di Kawasan Hutan

“Tujuan pendidikan kita sederhana: melahirkan manusia yang baik dan berguna. Inilah titik temu antara amanat konstitusi dan kearifan lokal kita,” jelas Legislator PKS Senayan dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa tersebut.

Lebih lanjut, Johan menekankan bahwa generasi muda harus berani menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar penonton di tengah berbagai tantangan global seperti krisis pangan, energi, dan lingkungan.

“Sumbawa tidak membutuhkan lebih banyak pencari kerja, tetapi membutuhkan penggerak pembangunan. Kita punya potensi besar, dan itu harus dijawab oleh generasi muda yang berilmu dan berintegritas,” katanya.

Baca Juga:  Nanang Nasiruddin Hadiri Rakor ATR/BPN, Soroti Pentingnya Kepastian Hukum Tata Ruang

Dalam kesempatan tersebut, Johan juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Teknologi Sumbawa, para pendiri, serta seluruh civitas akademika atas dedikasi dalam mencetak generasi masa depan.

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari kerja panjang dan pengabdian yang tidak selalu terlihat. UTS telah membuktikan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul di daerah,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Johan berpesan kepada para wisudawan untuk kembali ke masyarakat dengan semangat balong bakalako. “Yang paling baik (balong) diantara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya (bakalako),” pungkasnya. (*)