
NUSRAMEDIA.COM — Penguatan layanan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Barat kembali mendapat dukungan besar melalui peresmian Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Mataram (RS UMMAT) PKU Muhammadiyah Lombok Timur oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Lombok Timur dan kawasan penyangga sekitarnya, sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan sektor kesehatan di NTB.
Peresmian berlangsung di kompleks RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur dan dihadiri jajaran Muhammadiyah, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, serta berbagai unsur pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
Rumah Sakit Bukan Sekadar Bangunan
Dalam sambutannya, Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan harus dibarengi dengan penguatan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan layanan medis, tetapi juga perubahan pola hidup masyarakat, terutama generasi muda yang semakin minim aktivitas fisik akibat penggunaan gawai secara berlebihan.
Ia menyoroti meningkatnya kasus diabetes, obesitas, gangguan penglihatan, hingga berbagai penyakit lain yang dipicu pola hidup tidak sehat pada anak usia sekolah.
“Membangun masyarakat yang berbudaya sehat jauh lebih penting daripada sekadar membangun rumah sakit. Karena itu, edukasi hidup sehat harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan budaya hidup sehat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong berbagai program pembiasaan di lingkungan sekolah, salah satunya melalui gerakan Senam Anak Indonesia Hebat.
Muhammadiyah Dinilai Konsisten Mengabdi
Abdul Mu’ti juga memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah NTB yang dinilai berhasil menghadirkan rumah sakit dengan semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas dan teknologi, tetapi juga sikap tenaga medis dalam melayani pasien dengan empati dan ketulusan.
“Kunci layanan kesehatan adalah keramahan dan ketulusan dalam melayani masyarakat. Layani masyarakat dengan senyuman dan empati,” pesannya.
Ia menambahkan, Muhammadiyah saat ini juga terus memperkuat kontribusinya dalam sektor kesehatan nasional melalui pengembangan industri kesehatan, termasuk pembangunan pabrik infus dan penguatan kemandirian industri obat-obatan.
Selain itu, pengembangan klinik satelit hingga tingkat desa dinilai penting agar layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih dekat dan merata.
Gubernur NTB Optimistis RS UMMAT Jadi Rumah Sakit Andalan
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur yang diyakini akan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan terpercaya di daerah.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki modal sosial yang sangat kuat berupa kepercayaan publik, budaya pengabdian, serta tata kelola organisasi yang konsisten dan profesional.
“Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kedermawanan dan jiwa relawan yang tinggi, dan salah satu penggerak utamanya sejak lama adalah Muhammadiyah,” ungkapnya.
Gubernur juga menilai rumah sakit Muhammadiyah selama ini memiliki karakter pelayanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjaga kepercayaan publik.
“Di mana pun rumah sakit Muhammadiyah hadir, selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Kepercayaan itu harus terus dijaga dengan pelayanan yang baik, profesional, dan penuh empati,” tegasnya.
Harapan Baru Pelayanan Kesehatan NTB
Peresmian RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur menjadi simbol penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi sosial keagamaan, dan pemerintah dalam membangun layanan kesehatan yang lebih luas, merata, dan berkualitas di NTB.
Dengan semangat pelayanan dan pengabdian yang terus dijaga, rumah sakit tersebut diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan modern yang tidak hanya menghadirkan fasilitas medis, tetapi juga membangun budaya kesehatan masyarakat yang lebih baik di masa depan. (*)













