NUSRAMEDIA.COM — Gelaran Karya Kreatif NTB (KK NTB) 2026 resmi ditutup dengan optimisme besar terhadap kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Selama tiga hari pelaksanaan, ratusan produk unggulan lokal berhasil menarik perhatian pasar dengan capaian transaksi ratusan juta rupiah dan komitmen pembiayaan perbankan mencapai puluhan miliar rupiah.

Penutupan kegiatan yang berlangsung di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu (17/05/2026) kemarin, dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri.

Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menegaskan bahwa KK NTB kini tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan telah berkembang sebagai ruang strategis dalam membangkitkan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Kita ingin produk-produk lokal NTB tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Umi Dinda melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Senin (18/05/2026).

Baca Juga:  Kuasa Hukum Ahli Waris Senan Candia Dorong Pemda Sumbawa Tindaklanjuti Putusan Hukum

Menurutnya, kekayaan budaya NTB merupakan modal besar yang harus terus dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi. Mulai dari wastra, kriya, kuliner, hingga kopi lokal dinilai memiliki potensi kuat sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, akan terus memperkuat promosi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pembinaan bagi pelaku UMKM agar mampu tumbuh lebih kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Umi Dinda juga memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB yang dinilai konsisten mendampingi UMKM melalui program pembinaan, kurasi produk, hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan usaha.

Baca Juga:  Sumbawa Tuan Rumah HUT ke-107 Damkar Se-NTB, Ksatria Biru Adu Ketangkasan di Firefighter Skill Competition

“Pendampingan seperti ini penting agar UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar tumbuh dan naik kelas,” katanya. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan KK NTB di masa mendatang harus terus mengalami peningkatan, baik dari sisi kualitas pelaksanaan maupun dampaknya terhadap masyarakat.

“Kita tidak boleh cepat puas dengan apa yang dicapai hari ini. Harus ada evaluasi dan target yang lebih besar agar dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan KK NTB 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat promosi produk unggulan daerah sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan UMKM saat ini tidak lagi bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu tumbuh bersama menghadapi perubahan pasar dan perkembangan teknologi.

Baca Juga:  NTB Mulai Benahi Akar Masalah Pendidikan

“Sekarang bukan lagi soal bersaing sendiri-sendiri, tetapi bagaimana membangun kolaborasi agar UMKM bisa berkembang bersama,” ujarnya. Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 119 UMKM dari berbagai sektor turut berpartisipasi, mulai dari wastra, kriya, dekorasi rumah, kuliner, hingga kopi lokal.

Bank Indonesia mencatat omzet transaksi UMKM selama kegiatan mencapai Rp645 juta atau meningkat 64,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, komitmen pembiayaan perbankan kepada UMKM mencapai Rp20,55 miliar.

KK NTB 2026 juga ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pelaku UMKM dan mitra perbankan terbaik, mulai dari kategori Wirausaha Unggul Bank Indonesia, tenant ter-QRIS dengan transaksi terbanyak, hingga business matching perbankan UMKM. (*)