SOSMAS

Bang Zul Resmikan LPQI NTB, Secercah Harapan Mempelajari Al-Qur’an : “Mengetuk Pintu Langit”

203
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Lembaga Pendidikan Qur’an Isyarat (LPQI) Nusa Tenggara Barat diresmikan. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kamis (8/9) di Ballroom Islamic Center NTB.

Peresmian LPQI ini, secara langsung telah menjadikan NTB termasuk salah satu provinsi pertama yang mengeksekusi dan menangkap peluang dengan cepat. Inisiator pembuatan LPQI NTB merupakan kerja besar dan hal yang luar biasa bagi NTB.

Dengan lahirnya lembaga ini, masyarakat NTB yang berkebutuhan khusus memiliki secercah harapan dalam mempelajari Al-Qur’an dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.

Harapan Bang Zul lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebut tidak hanya di Mataram saja. Namun juga segera ada di seluruh provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kalau perlu bantuan, ini ada pimpinan baznas kita juga hadir. Pimpinan baznas mudah mudahan bisa membantu lembaga pendidikan kita,” kata orang nomor satu di NTB tersebut.

Baca Juga:  NTB Care dan Kitabisa Jajaki Kerjasama

Pada momen itu, Gubernur juga bercerita bagaimana orang-orang berkebutuhan khusus di Luar Negeri bisa maju tanpa dibeda-bedakan.

“Kalau masih ada spontanitas kita ingin membantu teman-teman yang mengalami keterbatasan penglihatan, pendengaran, dan lain-lain berarti daerah kita ini masih mengalami keterbelakangan dalam peradaban,” katanya.

“Karena ternyata di negara maju orang tunanetra, tunarungu, tunawicara, dan lain sebagainya itu adalah fenomena biasa, yang tidak biasa adalah perlakuan mereka terhadap yang punya keterbatasan,” imbuh Bang Zul.

Punya keterbatasan fisik tidak menghalangi orang-orang di negara maju untuk maju, tunanetra tidak menghalangi anak-anak pintar untuk tidak sekolah, disana mereka bisa menjadi wali kota bahkan gubernur.

Baca Juga:  Pengusaha Diminta Perhatikan Pekerjanya

Punya keterbatasan fisik tidak menghalangi warga negara untuk menjadi menteri bahkan pimpinan kepala negara sekalipun.

“Jadi di negara maju itu sudah biasa, orang tunanetra itu jadi gubernur, walikota, menteri. Di tempat kita ini yang belum terbiasa seakan-akan yang punya keterbatasan fisik ini harus dikasihani,” papar Bang Zul.

Menyediakan fasilitas, menyediakan instrumen merupakan tugas bersama. “Sehingga keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi adik-adik anak-anak tersebut untuk maju,” tegasnya.

Harapan Gubernur juga agar tidak ada lagi saudara-saudara yang punya keterbatasan fisik tidak bisa mencicipi pendidikan yang layak, karena semua berhak akan pendidikan terutama di NTB.

“Dan selangkah lebih maju jangan sampai dengan keterbatasan fisik menghalangi mereka untuk menikmati indahnya ajaran Islam,” terang mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut.

Baca Juga:  KAMMI NTB Gelar Rampimwil : "Rapatkan Barisan, Satukan Pikiran"

Selain itu, dengan hadirnya LPQI di NTB bisa menjadi daerah yang lebih berkah. Karena do’a mereka, kata Bang Zul, lembaga acara seperti ini juga menjadikan negeri, bangsa, daerah selalu dalam lindungan Allah SWT.

“Dengan keterbatasan tapi mampu bermunajat kepada Allah SWT mengetuk pintu langit, memohon ampun untuk semua,” sambung Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Tak lupa juga, Gubernur menyampaikan terimakasih kepada Kepala Kanwil Kemenag NTB Zaidi Abdad atas perhatiannya sekaligus sebagai inisiator.

“Semoga Allah memberikan pahala yang sangat besar pada orang-orang hebat yang menginisiasi pekerjaan-pekerjaan besar dan luar biasa,” demikian Bang Zul. (red) 

Artikel sebelumyaRegsosek 2022 Diharapkan Dapat Mengurai Masalah Angka Kemiskinan NTB
Artikel berikutnyaJangan Ketinggalan, SLANK Akan Tampil Spektakuler dengan Laser Show di NTB