
NUSRAMEDIA.COM — Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Nusa Tenggara Barat menjalin kemitraan dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, Jawa Timur.
Kemitraan itu diwujudkan dalam tindakan nyata dengan menggelar Workshop Grader Tembakau Petani di NTB. Ini sembari berkolaborasi dengan pengusaha rokok asal Malang.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Perindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi diwakili Kabid Perindustrian Yuke Siswati itu berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Pihaknya berterimakasih kepada Disperin NTB, ini lantaran dapat berkolaborasi. Kedepannya, kata dia, Diskoperindag Kota Malang dapat menjalin kemitraan dan kolaboasi yang lebih baik.
Diungkapkannya pula, bahwa kegiatan itu diikuti sebanyak 49 peserta. Mereka, masih kata dia, berasal dari Kota Malang berlatar belakang para pengusaha tembakau (rokok). Termasuk dari Provinsi NTB.
Yakni dari Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, hingga Kabupaten Dompu yang berlatar belakang sebagai petani tembakau.
Rabu (7/12), Kepala Disperin NTB Nuryanti yang juga sebagai narasumber membenarkan adanya kegiatan tersebut. Menurut dia, dikesempatan itu pihaknya menyampaikan potensi industri tembakau di NTB.
Mulai dari industri rokok hingga dengan potensi industri produk turunan tembakau lainnya. “Seiring perkembangan zaman ya, tanaman tembakau dapat menghasilkan berbagai macam produk turunan melalui proses ekstraksi,” ujarnya.
“Hasil ekstraksi tembakau, juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produk farmasi maupun produk kosmetik. Selain rokok daun tembakau, limbah batang bunga hingga akar tembakau dapat menjadi produk olahan,” sambungnya.
Antara lainnya, sebut Nuryanti, seperti nikotin cair, lotions anti lintah, anti bakteri, asap cair kertas, bio pelet, briket bio pestisida dan lain sebagainya. “Kami Dinas Perindustrian NTB menawarkan solusi produk lain yang menjanjikan untuk dikembangkan di NTB,” tuturnya.
“Ini merupakan upaya kami dalam menciptakan lapangan kerja baru untuk memutus rantai kemiskinan,” imbuh Kadisperin NTB. Tak hanya itu, ia juga memaparkan sentra industri hasil tembakau.
Dimana sudah diinisiasi oleh pihaknya, yaitu di Desa Semoyang yang akan menjadi pusat industri hasil tembakau. Tidak hanya industri rokok saja, katanya, tetapi sampai dengan produk turunan tembakau lainnya seperti briket arang tembakau dan asap cair akan bisa diproduksi di Desa Semoyang.
Ini, menurut Nuryanti, adalah hasil inisiasi Dinas Perindustrian Provinsi NTB. “Setelah kemarin kami melakukan studi banding tembakau ke Malang, sekarang Koperindag Kota Malang langsung mengadakan Workshop Grader Tembakau Petani Tembakau Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya lagi.
Kemudian Pemilik Perusahaan Sakha Kimia Yustinus Edi Rujita menjelaskan, bahwa perusahaannya bergerak dalam bidang supply bahan baku untuk kimia industri dan saos rokok di Malang.
Bahkan dia secara lepas mengaku sudah tidak sabar melinearkan berbagai potensi yang ada di Lombok dengan perusahaan besar yang dikenalnya. “Saya greget pengen direalisasikan secepatnya,” demikian Edi Rujita.
Untuk diketahui, workshop tersebut diharapkan dapat mempertemukan para pelaku usaha tembakau atau rokok. Khususnya, yang berada di Kota Malang dengan para petani tembakau di NTB.
Dimana nantinya para pelaku usaha bisa dapat saling bermitra dan para petani tembakau juga mendapatkan kepastian pasar dari para pelaku usaha rokok di Kota Malang. (red)













