
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbawa Karang Dima Labuhan Badas di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Jum’at (15/5/2026).
Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, disaksikan Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Hj. Sudarti Mohamad Ansori, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala OPD, Forkopimcam, kepala sekolah se-Kecamatan Labuhan Badas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran SPPG tersebut disambut antusias masyarakat karena dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Labuhan Badas.
Kepala SPPG Sumbawa Karang Dima, Ewi Nurmala, menjelaskan bahwa dapur SPPG yang dikelola Yayasan Hidayatul Qur’an Samawa itu akan melayani sebanyak 2.033 penerima manfaat setiap hari yang tersebar di sejumlah sekolah di Kecamatan Labuhan Badas.
Menurutnya, keberadaan SPPG bukan hanya menjadi pusat penyedia makanan bergizi, tetapi juga bagian penting dalam menciptakan generasi sehat, aktif, dan siap bersaing di masa depan.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Hidayatul Qur’an Samawa, M. Labib Ikhsan, menyampaikan bahwa pembangunan dapur SPPG dilakukan dengan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak Sumbawa.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
Menurutnya, program MBG memiliki dampak besar terhadap berbagai sektor, mulai dari kesehatan dan pendidikan hingga pertanian dan perputaran ekonomi masyarakat lokal.
“Program ini bukan sekadar memberi makan anak-anak kita. Ada dampak ekonomi yang bergerak, ada petani, ada pelaku usaha, ada tenaga kerja lokal yang ikut tumbuh. Ini multiplier effect yang harus kita jaga bersama,” ujar Ansori.
Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar menjalankan operasional secara jujur, disiplin, dan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. “Ini sudah ada SOP-nya. Jangan pernah curi serupiah pun hak-hak anak-anak kita,” tegasnya.
Wabup Ansori juga menekankan bahwa Program MBG bukan tempat untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, melainkan amanah negara demi meningkatkan kualitas generasi bangsa.
“Jangan pernah dibayangkan bahwa MBG ini tempat mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Yang paling utama adalah kualitas makanan, kebersihan, gizi, dan tanggung jawab moral kepada anak-anak kita,” lanjutnya.
Ia turut meminta agar kualitas makanan benar-benar dijaga, baik dari sisi kandungan gizi, kebersihan pengolahan, hingga proses distribusi kepada siswa penerima manfaat.
Dalam paparannya, Ansori mengungkapkan bahwa kebutuhan SPPG di Kabupaten Sumbawa diperkirakan mencapai sekitar 100 unit. Namun hingga saat ini baru 29 unit yang telah berdiri dan beroperasi.
Karena itu, pemerintah daerah berharap semakin banyak pihak ikut mendukung percepatan layanan MBG, terutama untuk menjangkau masyarakat kategori desil 1, 2, 3, dan 4 yang menjadi prioritas penerima manfaat program.
Menutup kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa secara resmi melaunching operasional SPPG Sumbawa Karang Dima Labuhan Badas sebagai tanda dimulainya pelayanan pemenuhan gizi bagi para siswa di wilayah Kecamatan Labuhan Badas. Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan dapur SPPG beserta sarana pendukung pelayanan makanan bergizi. (*)













