Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia M Iqbal. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Upaya memperkenalkan kekayaan budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke panggung internasional kian menunjukkan progres nyata.

Ketua TP PKK NTB sekaligus Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pameran wastra NTB di Australia sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya global.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala Museum Negeri NTB bersama jajaran di Pendopo Barat, Mataram, Kamis (26/3). Pertemuan ini membahas rencana pameran wastra NTB yang akan digelar melalui kerja sama dengan The Art Gallery of South Australia (AGSA).

Sinta Agathia, yang akrab disapa Bunda Sinta, menilai pameran ini sebagai momentum strategis untuk mengangkat wastra Lombok ke tingkat dunia sekaligus memperkuat identitas budaya NTB di mata internasional.

Baca Juga:  Komitmen Bersama DPRD dan Eksekutif, Pembahasan LKPJ 2025 Harus Tepat Waktu

“Ini peluang besar untuk memperkenalkan wastra Lombok secara lebih luas. Kita ingin budaya NTB tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan diapresiasi secara global,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa promosi wastra bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan visi NTB Makmur dan Mendunia.

Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari kerja sama internasional sekaligus bentuk nyata diplomasi budaya antara Museum NTB dan AGSA.

Baca Juga:  Bunda Literasi NTB Gandeng Konjen RRT, Dorong Generasi Berdaya Lewat Pengetahuan

“Ini bukan sekadar pameran, melainkan upaya memperkuat posisi budaya NTB di tingkat global. Kita ingin menunjukkan bahwa warisan budaya daerah memiliki daya tarik dan nilai tinggi,” jelasnya.

Pameran tersebut akan mengangkat tema Lombok dan Bali, serta dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali. Dalam kegiatan itu, Museum NTB akan menampilkan sekitar enam koleksi wastra unggulan.

Menariknya, masyarakat di Adelaide, Australia, disebut memiliki ketertarikan tinggi terhadap budaya Lombok dan Bali. Bahkan, sejumlah koleksi tekstil dari kedua daerah tersebut telah menjadi bagian dari koleksi tetap AGSA.

Baca Juga:  Bupati Sumbawa Sidak Sejumlah OPD, Pastikan Layanan Publik Kembali Optimal

Lebih lanjut, pihak AGSA juga telah mengundang Ketua Dekranasda NTB dan Gubernur NTB untuk menghadiri pameran dan simposium yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi budaya lintas negara sekaligus membuka peluang lebih luas bagi promosi wastra NTB di panggung dunia.

Pemerintah Provinsi NTB berharap, inisiatif ini tidak hanya memperluas pengenalan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi kreatif daerah melalui produk wastra unggulan.

Kalau kamu mau, aku bisa buatkan versi lebih “headline media nasional”, versi rilis resmi pemerintah, atau versi storytelling yang lebih human interest. (*)