Pansus LKPJ 2025 DPRD KSB terus bergerak. Ketua Pansus Norvie Aperiansyani melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Norvie Aperiansyani, resmi ditunjuk sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Penunjukan Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) KSB tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Barat pada Senin, 2 Maret 2026 lalu.

Pembentukan Pansus LKPJ 2025 ditetapkan melalui Keputusan DPRD KSB Nomor 100.3.3/05/KEP.DPRD/II/2026 tentang Pembentukan dan Penetapan Panitia Khusus LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat.

Kepada wartawan, Rabu (4/3/2026), Dewan Norvie membenarkan penunjukan tersebut. Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup pembahasan Pansus mencakup beberapa hal.

Mulai dari evaluasi capaian indikator makro pembangunan daerah, realisasi anggaran, hingga pelaksanaan program-program unggulan sepanjang Tahun Anggaran 2025.

“Hasil pembahasan Pansus nantinya akan dirumuskan dalam bentuk catatan strategis serta rekomendasi resmi DPRD kepada kepala daerah,” ujar mantan Ketua DPD PKS Sumbawa Barat itu.

Menurutnya, rekomendasi tersebut menjadi instrumen penting dalam mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan, efektivitas pelaksanaan program, serta peningkatan kualitas pelayanan publik ke depan.

Dengan ditetapkannya Pansus LKPJ 2025, DPRD KSB menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap capaian kinerja, penggunaan anggaran, dan program prioritas daerah dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Dipimpin Ketua DPRD KSB

Rapat Paripurna sebelumnya dipimpin langsung oleh Ketua DPRD KSB, Kaharuddin Umar. Ia menegaskan pentingnya proses pembahasan LKPJ dilakukan secara serius dan mendalam.

Baca Juga:  Peternakan NTB Bertransformasi, Surplus Terjaga, Hilirisasi Ayam Terintegrasi Dimulai

Menurutnya, LKPJ bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

“Kami berharap, meskipun kita tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, proses pembahasan di tingkat Pansus nantinya tetap berjalan dengan penuh integritas, objektif, dan konstruktif,” tegasnya.

Ia menambahkan, melalui Pansus, DPRD menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian agar arah pembangunan daerah tetap berada pada koridor perencanaan serta kebutuhan masyarakat.

Susunan Keanggotaan Pansus

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Hasanuddin, sebelumnya membacakan susunan keanggotaan Pansus LKPJ 2025 dalam forum paripurna.

Adapun komposisi Pansus sebagai berikut:

• Ketua Pansus LKPJ 2025 : Norvie Aperiansyani
• Anggota : Nurjannah, Rick Kamaluddin, H. Riyadi, Mustafa HZ, Muhammad Adnan, Kondi Pranata, Fauzan Ahmad BSA, dan Ahmad Rivai.

Komposisi tersebut diharapkan mampu merepresentasikan pandangan fraksi secara proporsional dalam mengkaji LKPJ secara komprehensif.

Dengan terbentuknya Pansus LKPJ Tahun Anggaran 2025, DPRD KSB diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif demi perbaikan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat ke depan.

Pidato Bupati Sumbawa Barat

Untuk diketahui, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menyampaikan pidato LKPJ Kepala Daerah TA 2025. Bupati menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan amanat konstitusional.

Baca Juga:  Bupati Jarot Dorong PSN Masuk Sumbawa, Ekonomi Masyarakat Diyakini Meningkat

Ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Laporan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban, sekaligus instrumen evaluasi dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tuturnya.

Secara umum, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah Tahun Anggaran 2025 menunjukkan capaian positif yang tercermin dalam berbagai indikator makro.

Berbagai Capaian Positif

Angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat turun 1,25 persen, dari 12,23 persen pada 2024 menjadi 10,98 persen pada 2025. Penurunan ini mencerminkan efektivitas program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan secara terarah dan berkelanjutan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat 0,94 poin, dari 75,52 pada 2024 menjadi 76,46 pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 4,13 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,74 persen. Hal ini menunjukkan kondisi ketenagakerjaan daerah relatif lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan tahun 2024 mencapai 12,01 persen. Namun pada 2025 mengalami kontraksi 3,01 persen. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi non-tambang melonjak signifikan sebesar 105,8 persen.

Ini seiring mulai beroperasinya industri pengolahan (smelter), yang menandai transformasi struktur ekonomi daerah menuju sektor industri yang lebih kuat.

Baca Juga:  Jarot-Ansori Tancap Gas, Program Pengairan Pertanian Jadi Bukti Kinerja Awal

Dari sisi fiskal, pendapatan daerah yang ditargetkan Rp1,915 triliun terealisasi sebesar Rp2,881 triliun atau 150,47 persen dari target. Sementara belanja daerah terealisasi Rp2,059 triliun atau 92,09 persen, dengan fokus pada penguatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur produktif dan dukungan sektor pariwisata.

Kabupaten Sumbawa Barat juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kali secara berturut-turut, sebagai bukti konsistensi tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029, pemerintah menetapkan Program Kartu Sumbawa Barat Maju dan KSB Maju Luar Biasa sebagai program unggulan.

Program ini menyasar 51.519 kepala keluarga. Hingga akhir 2025, sebanyak 50.133 kepala keluarga telah menerima manfaat atau mencapai 97,31 persen dari total sasaran.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah memastikan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial secara terintegrasi dan tepat sasaran.

Optimisme Menuju KSB Maju Luar Biasa
Bupati Amar menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD KSB, Forkopimda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh masyarakat, kita optimis Kabupaten Sumbawa Barat akan terus maju, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Bupati Amar. (*)