Kepala Dinas Dikpora NTB yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dinas Dikpora Provinsi NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E. (Ist)

NUSRAMEDIA.COMSuasana Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam (23/5), dipenuhi riuh tepuk tangan, sorak penonton, dan antusiasme generasi muda yang menantikan pengumuman terbaik dalam malam penganugerahan Pekan Teater Pelajar (PTP) ke-5 Tahun 2026.

Kegiatan tingkat SMA/SMK/MA se-NTB yang diselenggarakan oleh Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram itu mencapai puncaknya melalui malam penutupan yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebudayaan.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Mataram, Erwin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih kepada pengelola Taman Budaya NTB, Surya Mulawarman, S.Sn., M.M., serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB yang dinilai konsisten mendampingi perkembangan generasi muda di daerah.

Baca Juga:  Wamen PKP Apresiasi Gerak Cepat Pemkab Sumbawa Tangani Kebakaran Kalimango

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai kegiatan ini sehingga dapat berjalan sukses dan menjadi ruang kreativitas bagi pelajar NTB,” ujarnya.

Malam penutupan secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Dikpora NTB yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dinas Dikpora Provinsi NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Ajik itu menegaskan bahwa pemuda NTB harus terus bergerak, berkarya, dan berkontribusi bagi daerah. Menurutnya, keberlangsungan Pekan Teater Pelajar menjadi bukti bahwa teater pelajar di Nusa Tenggara Barat tidak berjalan di ruang sunyi, melainkan terus hidup, tumbuh, dan mendapat perhatian luas dari generasi muda.

“Adik-adik sekalian harus terus bergerak dan berkontribusi untuk NTB. Teater hari ini bukan hanya panggung seni, tetapi ruang tumbuhnya kreativitas dan kesadaran sosial pemuda,” katanya.

Baca Juga:  Heritage Walk Sekolah Pilar Muda Kenalkan Sejarah dan Budaya Sumbawa kepada Generasi Muda

Di balik gegap gempita malam penganugerahan, Pemerintah Provinsi NTB juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan sosial kepada generasi muda. Dalam pidatonya, H. Tarmidzi menyinggung posisi Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB yang saat ini masih berada di peringkat 25 dari 38 provinsi di Indonesia.

“Mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, saya mengawali dengan informasi bahwa saat ini Indeks Pembangunan Pemuda NTB levelnya masih kurang,” ungkapnya.

Ia menilai persoalan seperti maraknya “merariq kodeq” atau perkawinan anak serta penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama oleh generasi muda NTB.

Baca Juga:  NTB Siap Perluas Cakupan Program Makan Bergizi Gratis

“Adik-adik sekalian, mari kita gerakkan sosialisasi anti merariq kodeq dan anti narkoba. Mari lebih banyak berbuat positif dan kreatif menyambut Indonesia Emas, serta bersama-sama meningkatkan angka IPP NTB agar semakin baik,” tegasnya.

Pidato tersebut memperlihatkan bahwa panggung seni kini tidak lagi sekadar menjadi ruang hiburan dan apresiasi artistik, melainkan juga arena pendidikan sosial yang mampu membangun kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan di lingkungan mereka sendiri.

Melalui Pekan Teater Pelajar ke-5 Tahun 2026 ini, seni teater kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai media ekspresi, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mendorong lahirnya generasi muda NTB yang kreatif, kritis, dan peduli terhadap masa depan daerahnya. (*)