Ketua TP PKK NTB sekaligus Ketua Dekranasda yang juga Pembina Putri Hijabfluencer NTB, Sinta Agathia M Iqbal. Nampak Arsyadila Sophia Fidduha bersama sang ibu Dr. Hj. Aryanti Dwiyani. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda asal ‘Tana Samawa’. Arsyadila Sophia Fidduha resmi dinobatkan sebagai Putri Intelegensia Putri Hijabfluencer Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.

Untuk diketahui, Arsyadila Sophia Fidduha menjadi satu-satunya finalis yang mewakili Kabupaten Sumbawa dalam ajang bergengsi tersebut.

Putri pasangan Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTB, H. Sambirang Ahmadi, M.Si., dan Dr. Hj. Aryanti Dwiyani itu berhasil menunjukkan bahwa kecantikan, kecerdasan, serta karakter yang kuat dapat berpadu dalam diri seorang perempuan muda yang inspiratif.

Puncak Perjalanan Penuh Perjuangan

Gelar Putri Intelegensia yang diraih Arsyadila bukanlah hasil yang datang secara instan. Di balik senyum bahagia saat menerima penghargaan tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi proses belajar, kerja keras, disiplin, dan ketekunan.

Alumni SDN 2 Sumbawa, SMPN 1 Sumbawa, serta SMAIT Samawa Cendekia Angkatan I itu mengaku tidak pernah membayangkan akan sampai pada titik pencapaian tersebut.

Dengan penuh rasa syukur, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) itu menyampaikan bahwa gelar yang diraihnya bukan sekedar kemenangan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Segala puji bagi Allah SWT. Setiap do’a yang terkabul, setiap pelajaran yang diberikan, dan setiap langkah yang membawa saya sampai di titik ini merupakan nikmat yang luar biasa,” ujarnya.

“Gelar ini menjadi pengingat untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi orang lain,” sambung buah hati Legislator Udayana jebolan Dapil V Sumbawa-KSB tersebut.

Baca Juga:  Idul Adha 1447 H, Johan Rosihan Tebar 19 Hewan Kurban di Pulau Sumbawa

Peran Keluarga di Balik Kesuksesan

Kesuksesan yang diraih Arsyadila tidak terlepas dari dukungan penuh keluarga yang selalu hadir dalam setiap proses perjuangannya.

Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada kedua orang tuanya, khususnya sang ibu yang menjadi sumber inspirasi, kekuatan, dan teladan.

Terutama dalam membangun rasa percaya diri serta keberanian menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, sosok ibu maupun ayahnya memiliki peran besar.

Terlebih dalam membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan yang membawanya mampu tampil percaya diri di atas panggung serta menghadapi setiap tahapan kompetisi dengan baik.

Selain keluarga, apresiasi juga disampaikan kepada keluarga besar Putri Hijab NTB, para mentor, panitia, sponsor, sahabat, dan seluruh finalis yang telah menjadi bagian dari perjalanan berharga tersebut.

“Dukungan, doa, dan semangat dari semua pihak menjadi energi yang mengantarkan saya hingga mencapai titik ini,” ujar Arsyadila.

Kecantikan Sejati Berasal dari Ilmu dan Akhlak

Bagi Arsyadila, ajang Putri Hijabfluencer NTB bukan sekedar kompetisi kecantikan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang bagi perempuan muda untuk mengembangkan potensi diri.

Termasuk, masih kata dia, dalam meningkatkan kapasitas intelektual, memperkuat kepemimpinan, serta memperluas kontribusi sosial.

Ia juga menegaskan bahwa kecantikan sejati tidak hanya terpancar dari penampilan fisik semata, melainkan juga dari ilmu pengetahuan, akhlak, karakter, serta manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Baca Juga:  Berantas Sindikat Rekrutmen Ilegal, Bank NTB Syariah dan Pemprov NTB Matangkan KUR Syariah untuk PMI dan Program Magang

Dengan iman di dalam hati dan hijab sebagai bagian dari identitas dirinya, Arsyadila berkomitmen untuk terus menginspirasi generasi muda.

Bahkan berjanji akan menghadirkan karya-karya positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. “Gelar ini bukan akhir perjalanan,” ungkapnya.

“Melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tegasnya lagi.

Usung Program “Whisper of Tradition”

Dalam pidato resminya, Arsyadila mengangkat isu penting mengenai keterhubungan generasi muda dengan akar budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Ia menilai masih banyak anak muda yang perlahan kehilangan kedekatan dengan budaya daerahnya dan lebih mengagumi budaya luar dibandingkan warisan budaya yang dimiliki sendiri.

“Di dunia yang berubah begitu cepat, saya percaya bahwa seorang perempuan akan bersinar paling terang ketika ia terus bertumbuh tanpa melupakan dari mana ia berasal,” tuturnya.

Melalui program bertajuk “Whisper of Tradition”, Arsyadila mengajak perempuan muda untuk merangkul modernitas tanpa kehilangan identitas budaya.

Program tersebut mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, membangun rasa percaya diri, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari jati diri.

Ia juga mengangkat filosofi khas Samawa, “Saling Satingi, Saling Satotang”, yang berarti saling mendukung, saling menguatkan, dan saling mengingatkan dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:  Mori Hanafi Tagih Optimalisasi 61 Bendungan, Ingatkan Kunci Swasembada Pangan Ada di Kementerian PU

Cetak Generasi Emas NTB 2045

Sementara itu, Pembina Putri Hijabfluencer NTB, Sinta Agathia M Iqbal, dalam sambutannya pada pembukaan Putri Hijabfluencer NTB 2026 menyampaikan harapannya.

Dimana agar ajang tersebut mampu melahirkan lebih banyak generasi muda NTB yang positif, sehat, kuat, cerdas, serta mampu membawa manfaat bagi masyarakat.

Ketua TP PKK NTB itu juga menegaskan bahwa para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi generasi muda lainnya.

“Terutama dalam menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” tegas perempuan yang juga merupakan Ketua Dekranasda NTB tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan semakin banyak generasi muda NTB yang membawa kebaikan, memiliki daya saing, serta mampu memotivasi generasi lainnya untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Bunda Sinta kerap istri Gubernur NTB itu disapa.

Harumkan Nama Sumbawa dan NTB

Prestasi yang diraih Arsyadila Sophia Fidduha menjadi bukti bahwa perempuan muda Sumbawa-NTB mampu tampil berprestasi, berdaya saing, serta membawa nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah pengabdiannya.

Melalui gelar Putri Intelegensia Putri Hijabfluencer NTB 2026, Arsyadila kini mengemban amanah baru sebagai teladan generasi muda, inspirator perempuan NTB, sekaligus duta yang membawa semangat kecerdasan, budaya, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas. (*)