Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa dalam membangun ekosistem sepak bola yang lebih profesional mulai menunjukkan arah yang jelas.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengungkapkan rencana besar pembentukan Liga Sumbawa berbasis zona sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus jalan lahirnya pemain-pemain profesional asal daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wabup Ansori saat menutup Turnamen Paroso Cup II di Kecamatan Moyo Hilir, Kamis sore (4/6/2026). Turnamen yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan itu berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa, Camat Moyo Hilir, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, panitia penyelenggara, serta ratusan penonton yang memadati lapangan pertandingan.

Paroso Cup Jadi Ruang Positif bagi Generasi Muda

Dalam sambutannya, Wabup Ansori menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan turnamen tersebut.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti Paroso Cup memiliki dampak besar dalam membina generasi muda sekaligus mengarahkan energi mereka ke kegiatan yang positif.

“Kegiatan seperti ini sangat diharapkan masyarakat dan tentu mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Jika dilaksanakan secara rutin, maka hobi dan bakat anak-anak muda dapat tersalurkan dengan baik. Dampaknya sangat positif karena dapat menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” ujar Ansori.

Baca Juga:  43 Tahun Mengabdi untuk Pendidikan Anak Usia Dini, RA Bustanul Jannah Sumbawa Meriahkan Panggung Serunai

Ia menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal kemenangan dan kekalahan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas.

Liga Sumbawa Akan Dibagi Empat Zona

Momentum penutupan Paroso Cup II juga dimanfaatkan Wabup Ansori untuk mengungkapkan salah satu program strategis pemerintah daerah di bidang olahraga.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama PSSI Sumbawa saat ini tengah mempersiapkan kompetisi resmi bertajuk Liga Sumbawa yang akan dibagi ke dalam beberapa wilayah kompetisi, yakni Zona Barat, Zona Tengah, Zona Timur, dan Zona Selatan.

Menurut Ansori, sistem kompetisi tersebut dirancang agar pembinaan sepak bola berjalan lebih terstruktur dan menjangkau seluruh potensi pemain yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Kami ingin ada jenjang kompetisi yang jelas. Juara Liga Sumbawa nantinya akan diproyeksikan untuk mengikuti Liga 4 Nasional. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun masa depan sepak bola Sumbawa,” tegasnya.

Target Besar : Lahirkan Pemain Profesional Asal Sumbawa

Lebih jauh, Ansori menegaskan bahwa Liga Sumbawa bukan sekadar kompetisi tahunan. Program ini disiapkan sebagai wadah pencarian dan pembinaan talenta terbaik yang nantinya mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Baca Juga:  Konversi BPR Syariah Jadi Fondasi Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah di NTB

Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan akan muncul pemain-pemain asal Sumbawa yang mampu menembus level profesional dan membela klub-klub besar Indonesia.

“Hari ini mungkin pembinaan kita belum tertata sempurna. Tetapi ke depan harus ada pemain Sumbawa yang tampil di level nasional. Itu yang sedang kita perjuangkan bersama,” katanya.

Ansori juga menyebut tim yang selama ini rutin mengikuti Liga 4 akan dimanfaatkan sebagai sarana uji coba dan pengembangan pemain-pemain muda berbakat sebelum bersaing di tingkat NTB maupun nasional.

Sportivitas Jadi Kunci Kemajuan Sepak Bola

Selain memberikan apresiasi kepada para pemain, Wabup Ansori juga memuji tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan hingga partai final.

Menurutnya, dukungan penonton yang tertib dan menjunjung sportivitas menjadi modal penting dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat.

“Penonton luar biasa. Mereka mendukung timnya masing-masing dengan semangat namun tetap menjaga sportivitas. Inilah indahnya sepak bola, mempererat silaturahmi, melatih kesabaran, dan menyatukan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada penyelenggara, Wabup Ansori juga menyerahkan bantuan kepada panitia Paroso Cup II untuk membantu kelancaran kegiatan dan memotivasi penyelenggaraan turnamen di masa mendatang.

Baca Juga:  Terima Audiensi Duta Pendidikan, Wagub NTB : Generasi Muda Harus Jadi Solusi Pendidikan

Moyo Hilir Dinilai Memiliki Tradisi Sepak Bola yang Kuat

Menutup sambutannya, Ansori menyebut Kecamatan Moyo Hilir sebagai salah satu wilayah dengan kecintaan tinggi terhadap sepak bola. Ia berharap semangat tersebut terus dijaga melalui latihan yang berkelanjutan dan kompetisi yang rutin digelar.

“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena ini bagian dari proses pembelajaran dan latihan. Teruslah berlatih untuk meraih prestasi yang lebih baik,” pesannya.

Dengan mengucapkan syukur, Wakil Bupati Sumbawa secara resmi menutup Turnamen Paroso Cup II Tahun 2026. Berikut Daftar Juara Paroso Cup II Tahun 2026 :

▪︎ Juara I : FC Sumbawa NTT Boxy
▪︎ Juara II : FC Pendatang Sebasang Unter
▪︎ Juara III Bersama :
– FC Boak
– FC Wahyu Alfarobi

Paroso Cup II tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga mempertegas besarnya potensi sepak bola Sumbawa. Dengan rencana hadirnya Liga Sumbawa berbasis zona, harapan untuk melihat putra-putra daerah berkiprah di level profesional kini semakin terbuka lebar. (*)