
NUSRAMEDIA.COM — Pulau Lombok dipastikan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) tahun 2026.
Kegiatan berskala nasional ini diyakini menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi NTB dalam menyukseskan agenda tersebut. Dukungan akan diberikan tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Rakornas BPR Syariah di Lombok. Ini momentum penting untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus mempromosikan daerah ke tingkat nasional,” ujarnya usai audiensi di Kantor Gubernur, Jumat (27/3/2026).
Iqbal menegaskan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.
“Kami ingin ada dampak langsung bagi UMKM. BPR Syariah ke depan harus semakin kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ketua Panitia Rakornas, Ivan Eroka Yuliadji, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan dihadiri sekitar 174 BPR Syariah dari seluruh Indonesia. Kehadiran ratusan peserta tersebut dipastikan akan memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi Lombok.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 19 April 2026 dengan kedatangan peserta, dilanjutkan UMKM Fest yang dipusatkan di kawasan Car Free Day Jalan Udayana, Kota Mataram. Kegiatan ini akan melibatkan pelaku usaha lokal serta masyarakat umum.
Agenda utama Rakornas dijadwalkan berlangsung pada 20 April dan akan dibuka langsung oleh Gubernur NTB, sebelum ditutup pada 21 April 2026.
Tak hanya Rakornas, panitia juga menggelar BPR Syariah Summit 2026 yang mengangkat isu-isu strategis seperti pengembangan bisnis, teknologi informasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Dalam summit nanti, peserta dapat memilih topik sesuai kebutuhan, mulai dari bisnis, IT, hingga pengembangan SDM,” jelas Ivan.
Sebagai bagian dari promosi daerah, peserta juga akan diajak mengunjungi sejumlah UMKM serta destinasi wisata unggulan di Lombok. Langkah ini diharapkan mampu memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Lombok bukan hanya tuan rumah, tetapi juga etalase potensi ekonomi dan pariwisata Indonesia,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia turut menggandeng Bank NTB Syariah serta melibatkan sejumlah BPR Syariah lokal seperti Patuh Beramal, Dinar Asri, dan Tulen Amanah sebagai tuan rumah.
Dukungan penuh dari Pemprov NTB, termasuk penyediaan lokasi kegiatan dan fasilitasi UMKM, mendapat apresiasi dari panitia.
“Sinergi ini menjadi kekuatan utama agar kegiatan berjalan sukses dan memberikan manfaat luas,” pungkas Ivan. Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih tajam lagi (gaya headline media nasional) atau versi rilis resmi pemerintah (lebih formal & birokratis). (*)













