Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., menyampaikan capaian tersebut dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis di Mataram, Senin lalu. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat sejumlah indikator ekonomi daerah menunjukkan kinerja yang semakin menguat pada pertengahan 2026. Stabilitas harga tetap terjaga, sektor pariwisata terus membaik, mobilitas masyarakat meningkat, dan nilai ekspor sepanjang Semester I 2026 melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., menyampaikan capaian tersebut dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis di Mataram, beberapa hari lalu.

Dari sisi stabilitas harga, inflasi tahunan (year on year/yoy) NTB pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,01 persen, sedangkan secara bulanan (month to month/mtm) terjadi deflasi 0,35 persen. Penurunan harga dipicu meningkatnya pasokan komoditas hortikultura pada musim panen, terutama cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah.

Kondisi tersebut mencerminkan pasokan kebutuhan pokok yang relatif aman sekaligus menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Wagub NTB Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026, Tenun Daerah Curi Perhatian Nasional

Di sektor pariwisata, performa industri perhotelan terus membaik. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 44,86 persen, meningkat 3,80 poin dibandingkan Mei 2026 dan naik 3,76 poin dibandingkan Juni tahun sebelumnya.

Selama Juni 2026, jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang mencapai 122.516 orang, terdiri atas 77.213 wisatawan domestik dan 45.303 wisatawan mancanegara. Rata-rata lama menginap juga meningkat menjadi 1,88 hari, menandakan aktivitas wisata di NTB terus menunjukkan tren pemulihan.

Mobilitas masyarakat pun semakin tinggi. BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2026 mencapai 1.368.707 perjalanan, meningkat 2,73 persen dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 5,71 persen dibandingkan Juni 2025.

Peningkatan tersebut didorong momentum libur sekolah serta aktivitas penjemputan jemaah haji yang ikut meningkatkan arus perjalanan menuju NTB.

Baca Juga:  Terima Audiensi Ombudsman NTB, Bupati Jarot Siap Perkuat Pelayanan Publik di Sumbawa

Kondisi itu turut tercermin pada sektor transportasi. Jumlah penumpang angkutan laut yang datang meningkat 8,66 persen, sedangkan penumpang yang berangkat naik 6,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara pada transportasi udara domestik, penumpang datang mencapai 107.399 orang, meningkat 4,76 persen, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 104.729 orang atau naik 2,66 persen.

Adapun penerbangan internasional mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Jumlah penumpang yang datang melalui jalur udara internasional meningkat 30,98 persen, terutama didorong kedatangan penerbangan dari Jeddah dan Madinah.

Capaian paling mencolok terjadi pada sektor perdagangan luar negeri. Selama Januari–Juni 2026, nilai ekspor NTB mencapai US$1,35 miliar, melonjak 561,24 persen dibandingkan Semester I 2025.

Ekspor NTB masih didominasi komoditas tembaga hasil industri pengolahan, disusul perhiasan dan permata, serta ikan dan udang. Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai negara tujuan utama seperti Thailand, Korea Selatan, Hong Kong, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Baca Juga:  IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik dan Kepercayaan Masyarakat di Era Digital dan AI

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 memang mengalami koreksi 2,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya akibat turunnya harga komoditas hortikultura saat musim panen. Meski demikian, NTP NTB tetap berada pada level 127,83, jauh di atas angka 100 yang menjadi indikator kemampuan tukar petani.

Seluruh subsektor utama pertanian juga masih mencatatkan NTP di atas 100, menunjukkan bahwa aktivitas usaha tani secara umum masih berada dalam kondisi yang menguntungkan.

Secara keseluruhan, data BPS memperlihatkan fondasi ekonomi NTB tetap kuat di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Menguatnya sektor pariwisata, meningkatnya mobilitas masyarakat, terjaganya inflasi, serta lonjakan ekspor menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi daerah terus bergerak ke arah yang lebih baik sepanjang Semester I 2026. (*)