Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) Jajaran Korem 162/Wira Bhakti Tahun 2026 di Sembalun. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menitipkan dua agenda strategis pembangunan daerah kepada jajaran TNI, khususnya Babinsa yang berada di garis terdepan kehidupan masyarakat desa.

Dua agenda tersebut adalah mempercepat pengentasan kemiskinan melalui Program Desa Berdaya serta memperkuat upaya penyelamatan kawasan hutan NTB yang terus menghadapi ancaman kerusakan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) Jajaran Korem 162/Wira Bhakti Tahun 2026 di Sembalun, Kamis (27/8).

Kegiatan itu dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief, serta jajaran komandan satuan di wilayah NTB.

Babinsa Dinilai Paling Dekat dengan Persoalan Rakyat

Gubernur Iqbal menilai Babinsa memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu representasi negara yang paling dekat dengan masyarakat di tingkat desa.

Menurutnya, peran Babinsa tidak sebatas menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Lebih dari itu, Babinsa memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi sosial, persoalan masyarakat, hingga karakteristik wilayah tempat mereka bertugas.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada seluruh Babinsa kita. Mereka berada di garis terdepan dalam urusan kemasyarakatan dan teritorial,” kata Gubernur Iqbal.

Baca Juga:  Hingga 25 Agustus, Tim Kesehatan NTB Layani Sebanyak 3.307 Warga Terdampak Gempa NTT

Ia mengatakan, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi persoalan dan membutuhkan negara hadir secara langsung.

“Ketika masyarakat kehilangan rasa aman, yang mereka harapkan adalah Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di lapangan. Banyak daerah kita yang sudah kehilangan tokoh-tokoh di desa. Karena itu, kehadiran mereka menjadi sangat penting bersama masyarakat,” ujarnya.

Desa Berdaya Jadi Senjata Perangi Kemiskinan

Kedekatan Babinsa dengan masyarakat itulah yang menjadi alasan Gubernur Iqbal meminta dukungan jajaran TNI untuk mengawal Program Desa Berdaya.

Program tersebut menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB untuk mempercepat pengurangan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem.

Gubernur menjelaskan, Desa Berdaya tidak dirancang sebagai program yang hanya mengandalkan pemerintah daerah. Program ini mengintegrasikan kekuatan pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat.

Bagi Iqbal, persoalan kemiskinan harus ditangani secara serius karena menjadi salah satu akar dari berbagai persoalan sosial lainnya.

“Saya sebagai putra daerah dan sebagai Gubernur memohon dukungan dari teman-teman Dansat melalui Babinsa di lapangan. Tolong bantu saya mengawal Desa Berdaya dan ikhtiar kita bersama untuk melepaskan masyarakat NTB dari kemiskinan, khususnya miskin ekstrem,” tegasnya.

Baca Juga:  Maulid Nabi di Desa Semamung Jadi Momentum Menghidupkan Keteladanan Rasulullah SAW

Permintaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk kekuatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

Hutan NTB Juga Jadi Titipan Gubernur

Tidak hanya kemiskinan, Gubernur Iqbal juga menitipkan agenda besar lainnya kepada jajaran TNI, yakni penyelamatan kawasan hutan NTB.

Ia menyoroti kondisi hutan di sejumlah wilayah, terutama Bima dan Dompu. Kerusakan hutan di kawasan tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan lingkungan, termasuk banjir dan kerusakan infrastruktur.

Menurut Iqbal, penyelamatan hutan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Persoalan tersebut membutuhkan pendekatan yang mampu mempertemukan kepentingan ekonomi masyarakat dengan keberlanjutan lingkungan.

“Tidak ada pilihan sekarang selain melakukan penanaman pohon kembali dan menyelamatkan area-area hutan. Kalau masyarakat membutuhkan penghasilan jangka pendek, silakan menanam jagung atau palawija, tetapi dapat ditumpangsarikan dengan pohon-pohon yang menghasilkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pendekatan tersebut, kata dia, penting agar masyarakat tetap memiliki sumber pendapatan tanpa harus mengorbankan keberlangsungan kawasan hutan.

Pangdam : NTB Harus Nihil Asap dan Api

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meminta seluruh komandan satuan terus menguasai kondisi wilayah masing-masing.

Baca Juga:  Minta Promosi Digenjot, DPRD NTB Tagih Strategi Baru Gaet 145 Ribu Penonton MotoGP Mandalika

Penguasaan wilayah dinilai penting untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mempercepat perolehan informasi apabila terjadi persoalan, termasuk bencana.

Pangdam juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTB. “Laporan NTB harus nihil asap dan api. Para komandan cek betul wilayah masing-masing,” tegasnya.

Pesan tersebut memperkuat agenda penyelamatan lingkungan yang sebelumnya disampaikan Gubernur Iqbal. Pengawasan wilayah secara langsung dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah kerusakan lingkungan semakin meluas.

Sinergi Pemerintah dan TNI untuk NTB yang Makmur

Gubernur Iqbal menegaskan, sinergi pemerintah daerah dengan TNI merupakan modal penting untuk menghadapi persoalan pembangunan yang semakin kompleks.

Kemiskinan, kerusakan lingkungan, kebencanaan, hingga berbagai persoalan sosial membutuhkan kehadiran negara yang tidak berhenti di tingkat kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke desa.

Ia berharap jajaran Babinsa dapat menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai ikhtiar pembangunan tersebut.

“Kalau kita ingin membuat NTB menjadi makmur mendunia, salah satu jalan utamanya adalah menyelesaikan kemiskinan. Saya titipkan NTB kepada teman-teman Babinsa. Mari kita kawal bersama ikhtiar ini untuk masyarakat,” pungkas Gubernur Iqbal. (*)