
NUSRAMEDIA.COM — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi NTB memastikan bahwa ketahanan pangan daerah berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Ini meskipun hampir seluruh wilayah tengah menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu jalur distribusi logistik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB, Aidy Furqan, menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjaga pasokan pangan tetap stabil hingga akhir tahun.
“Kita harus bersinergi dengan mitra kerja maupun lintas OPD, mulai dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan hingga sektor industri, untuk memastikan supply tetap terjaga,” ujar Aidy.
STOK BERAS SURPLUS DI ATAS 600 RIBU TON
Berdasarkan data DKP, kondisi stok pangan di NTB saat ini sangat mencukupi. Stok beras mencapai 1,3 juta ton, sementara kebutuhan hingga akhir tahun diperkirakan sekitar 705.000 ton.
Artinya, NTB mengalami surplus lebih dari 600.000 ton, dengan cadangan daerah jauh melampaui standar minimal 20 persen.
“Dengan estimasi kebutuhan 700 ribu ton, harus ada cadangan minimal 140 ribu ton. Artinya posisi kita saat ini sangat aman,” tegas Aidy yang juga mantan Kadis Dikbud NTB.
KETERSEDIAAN DAGING DAN AYAM JUGA AMAN
Selain beras, sejumlah komoditas pangan strategis lainnya juga tercatat berada pada posisi aman:
▪︎ Daging sapi: tersedia 31.000 kg dari kebutuhan 26.000 kg
▪︎ Ayam: tersedia 81.000 butir dari kebutuhan 64.000 butir
Cadangan pangan yang memadai ini dipastikan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga masa puncak konsumsi Nataru.
ANTISIPASI KENAIKAN HARGA PADA 5 KOMODITAS UTAMA
Kendati stok aman, Pemerintah Provinsi NTB tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pada lima komoditas yang biasanya naik menjelang hari besar keagamaan, yakni:
• Beras
• Minyak goreng
• Cabai merah
• Daging
• Telur
Pemantauan panel harga mingguan menunjukkan adanya tren kenaikan di hampir seluruh kabupaten/kota, terutama di Kota Mataram. Namun Lombok Timur dan Lombok Tengah tercatat relatif stabil.
KOORDINASI INTENSIF UNTUK JAGA STABILITAS HARGA
Untuk mengendalikan potensi inflasi jelang Nataru, Pemprov NTB memperkuat koordinasi dengan:
– Bulog
– BUMD Pangan
– Pemerintah kabupaten/kota
– Lumbung pangan masyarakat di kecamatan dan desa
Distribusi cadangan pangan pemerintah dipastikan menjangkau semua lapisan, guna menjaga pasokan tetap stabil meski cuaca ekstrem masih berlanjut.
Dengan stok yang berlimpah, sistem distribusi yang dipertebal, serta koordinasi lintas sektor, Pemprov NTB optimistis ketahanan pangan sepanjang Nataru 2025/2026 tetap aman, sekaligus menjamin masyarakat dapat menyambut perayaan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan. (*)













