HEADLINE

Lalu Hadrian Irfani Prihatin Masih Banyak Pelajar NTB Tersangkut Hukum

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Hadrian Irfani. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Hadrian Irfani mengaku prihatin. Ini lantaran dinilainya masih cukup banyak pelajar di NTB yang tersangkut persoalan hukum.

Mulai dari persoalan narkoba, perkelahian/kenalakan remaja. Bahkan tak sedikit juga pelajar yang tersangkut pelanggaran ITE lantaran kurang bijak dalam bersosial media serta masih banyak lagi persoalan lainnya.

Menurut dia, hal ini menjadi oenting untuk dijadikan perhatian bersama. Terutama pihak sekolah, dinas dikbud termasuk para orang tua. Rerjadinya hal ini, karena dinilai kurangnya upaya antisipasi/pencegahan.

“Termasuk soal pembinaan upaya preventif dari pihak sekolah masih sangat kurang. Kita berharap sekolah juga harus bisa melakukan upaya-upaya pencegahan,” kata pria yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB tersebut, Senin (01/04/2024).

Baca Juga:  Demokrat NTB Instruksikan Seluruh Kader Tegak Lurus

“Jadi upaya-upaya pembinaan, pencegahan itu penting. Begitu juga sosialisasi, harus dimaksimalkan. Sosialisasi tentang narkoba, pelecehan sexual, bahaya tindak pidana yang dilakukan pelajar dikalangan remaja. Nah, itu saya lihat kurang. Perlu digalakkan (sosialisasi),” sambungnya.

Persoalan ini, menurut Lalu Hadrian Irfani, tidak hanya menjadi fokus pihak sekolah, namun juga harus menjadi perhatian pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) serta para orang tua maupun keluarga dari peserta didik.

Tak lupa, pria yang kerap disapa Lalu Arie itu mengingatkan Dinas Dikbud, bahwa persoalan pendidikan tidak hanya terfokus pada masalah peningkatan infrastruktur, namun penting pula pada peningkatan SDM dan moral anak didik.

“Kedepan kita berharap, Dikbud itu tidak hanya meningkatkan infrastruktur, tapi juga perlu melakukan peningkatan kualitas SDM dan moral anak didik kita. Ini penting menjadi perhatian,” ingat anggota DPRD NTB jebolan asal Dapil Lombok Tengah tersebut.

Baca Juga:  Pj Gubernur NTB : Momentum Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata

Hal yang dikatakannya, bukan tanpa dasar. Ia mengaku kerap mendengar kabar-kabar yang kurang mengenakan. Terutama yang terjadi di NTB. “Beberapa hari ini kita mendengar berita kurang mengenakan. Terutama kita di NTB oleh pelajar kita dikalangan SMA,” katanya.

Oleh karenanya, dia menegaskan bahwa ini benar-benar menjadi persoalan serius dan penting untuk disikapi. “Harus jadi perhatian serius. Mungkin dalam waktu dekat kita akan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Dikbud khusus membahas masalah ini,” tegas Lalu Arie.

“Kalau selama ini kita ribut-ribut masalah DAK (Dana Alokasi Khusus), masalah infrastruktr dan lain sebagainya, ternyata ada satu hal lagi kita lupa, soal degradasi moral. Itu makanya menjadi penting upaya pembinaan, pencegahan dan sosialisasi ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Muhammad Nasir Tak Jadi Maju Pilkada KSB?

“Misalnya sosialisasikan soal dampak negatif penggunaan sosial media. Semua juga harus diintensifkan. Jangan dianggap remeh,” tegasnya lagi sembari mengaku selama beberapa hari ini ia berkeliling di Kota Mataram.

Ketua Fraksi PKB NTB itu mengaku prihatin masih mendapati sejumlah pelajar di dalam bulan puasa ini malah justru makan di warung-warung. Oleh karenanya, menyikapi hal ini dibutuhkan dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh pihak.

Terutama pihak sekolah, dikbud, termasuk orang tua dan keluarga peserta didik. Dimana bersama-sama melakukan upaya-upaya prenventif, pembinaan, pengawasan, sosialisasi dan lain sebagainya. “Perlu kerjasama yang baik,” tutup Lalu Hadrian Irfani. (red)