
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, meresmikan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Samapuin Kecamatan Sumbawa. Kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Wabup Ansori menegaskan bahwa kehadiran dapur MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sejalan dengan 12 program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
“Program Makanan Bergizi Gratis ini adalah program strategis nasional yang manfaatnya sangat besar. Di Kabupaten Sumbawa, penerima manfaatnya mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga masyarakat rentan yang berhak menerima,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dapur MBG di Kecamatan Sumbawa bukanlah yang terakhir. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan dapur MBG secara bertahap di berbagai kecamatan, termasuk wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), seperti Pulau Moyo, Pulau Medang, Orong Telu, hingga Batu Lanteh.
“Pemerataan adalah kunci. Bukan hanya wilayah perkotaan, tetapi daerah terpencil juga harus merasakan manfaat yang sama,” tegasnya. Selain berdampak pada peningkatan gizi, Wabup Ansori menekankan bahwa program MBG juga memiliki multiplier effect terhadap perekonomian daerah.
Setiap dapur MBG mampu menyerap puluhan tenaga kerja serta membuka peluang bagi petani, peternak, dan nelayan lokal sebagai pemasok bahan pangan.
“Ini bukan sekadar program makan gratis, tetapi penggerak ekonomi rakyat. Petani, peternak, dan nelayan di Sumbawa akan ikut merasakan dampak manfaatnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga mengapresiasi peran Yayasan Bestungil Karya Mandiri yang dinilai konsisten mendukung pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sumbawa, termasuk di beberapa kecamatan lainnya seperti Plampang dan Empang.
Ia turut membagikan kisah menyentuh dari pelaksanaan MBG di daerah terpencil, di mana seorang anak memilih menunda makan karena teringat ibu dan adiknya di rumah.
Kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa program ini benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat. “Ini membuktikan bahwa program ini sangat dibutuhkan dan berdampak langsung bagi rakyat,” ungkapnya.
Wabup Ansori menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus mengawal percepatan pembangunan dapur MBG melalui tim percepatan, dengan melibatkan OPD dan UPT terkait, demi memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan. “Tujuan akhirnya jelas, menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)












