
NUSRAMEDIA.COM — Kabupaten Sumbawa hingga saat ini belum melaporkan adanya penyebaran virus nipah. Namun, Dinas Kesehatan (Dikes) setempat tetap mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima surat edaran dari Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) yang menyarankan kewaspadaan terhadap virus nipah.
“Baru saja hari ini kami menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan terhadap virus nipah. Meskipun virus ini belum ditemukan di Sumbawa, kami tetap menghimbau agar masyarakat menjaga kesehatan dengan serius,” ujar Sarip Hidayat.
■ Virus Nipah dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Sarip menjelaskan bahwa virus nipah memiliki gejala yang mirip dengan penyakit influenza biasa, seperti batuk, pilek, demam, dan nyeri pada persendian. Namun, virus ini dapat menjadi lebih serius dan mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani atau jika ada penyakit penyerta lainnya.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan segera memeriksakan diri jika merasakan gejala tersebut. “Di Kabupaten Sumbawa, kasus influenza masih seperti biasa, belum ada lonjakan yang signifikan. Sementara itu, kasus virus nipah masih nihil. Namun, kita tetap perlu waspada,” tegasnya.
■ Penerapan PHBS sebagai Langkah Pencegahan Utama
Sarip menekankan pentingnya penerapan PHBS untuk mengurangi risiko penularan virus nipah. Virus ini diketahui dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau udara dari penderita. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangatlah krusial dalam mencegah penyebarannya.
“Masyarakat diminta untuk menerapkan PHBS, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker di tempat umum, serta menjaga jarak jika berada di keramaian,” imbuhnya.
■ Kesiapsiagaan Sumbawa dalam Penanganan Virus Nipah
Walaupun saat ini virus nipah belum terdeteksi di Sumbawa, Sarip menegaskan kesiapan Dinas Kesehatan dalam menghadapi potensi penyebaran virus tersebut.
Berbekal pengalaman dalam penanggulangan pandemi COVID-19, pihaknya sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang siap diterapkan apabila ada kasus yang ditemukan di daerah ini.
“Jika virus nipah masuk ke Sumbawa, kami sudah memiliki pengalaman dalam penanganan penyakit menular, terutama dari penanggulangan COVID-19. Kami siap melakukan langkah-langkah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” tegasnya.
■ Sosialisasi dan Edukasi di Fasilitas Kesehatan
Sebagai langkah antisipatif, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan virus nipah.
Puskesmas juga diminta untuk aktif mengedukasi tentang gejala penyakit ini dan bagaimana cara melindungi diri. “Kami akan mengirimkan surat ke semua fasilitas kesehatan,” katanya. “Untuk mempercepat sosialisasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan dan pengendalian virus nipah,” imbuh Sarip.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang sudah ditetapkan, Dinas Kesehatan Sumbawa berharap masyarakat dapat tetap tenang namun waspada, serta lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan. (*)













