
NUSRAMEDIA.COM — Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pilot project nasional pengembangan ekonomi biru terintegrasi dengan menjadikan Teluk Saleh sebagai model kawasan konservasi dan budidaya ramah lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Johan Rosihan tepatnya dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (High Level Meeting) terkait rekomendasi pengelolaan ekosistem karbon biru dan pengembangan tambak berkelanjutan di Teluk Saleh, Kamis (12/02/2026) di Mataram.
Menurut Legislator Senayan dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa itu, Teluk Saleh memiliki kombinasi strategis yang jarang dimiliki daerah lain, yakni habitat hiu paus, ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, serta aktivitas budidaya tambak yang berkembang pesat.
“Teluk Saleh punya semua elemen untuk menjadi model nasional ekonomi biru. Kita punya konservasi, kita punya tambak, kita punya data ilmiah berbasis ocean accounting. Tinggal bagaimana kita menyatukannya dalam satu desain kebijakan terintegrasi,” ujar Johan.
Dalam policy brief yang dipaparkan pada forum tersebut, pendekatan ocean accounting menunjukkan bahwa jasa ekosistem Teluk Saleh memiliki nilai ekonomi yang signifikan setiap tahun. Johan menegaskan bahwa konservasi bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga investasi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perluasan tambak tanpa pengendalian tata ruang dan pengelolaan limbah yang ketat berpotensi menurunkan kualitas ekosistem, merusak mangrove, serta berdampak pada nelayan kecil.
“Produksi boleh tumbuh, tetapi harus taat ekologi. Kita tidak boleh mengorbankan mangrove dan daya dukung lingkungan. Justru NTB bisa menjadi contoh bahwa budidaya modern bisa berjalan tanpa merusak,” tegasnya.
Johan juga menilai bahwa program karbon biru yang tengah dikembangkan di Teluk Saleh dapat menjadi instrumen pembiayaan pembangunan berkelanjutan apabila dikelola dengan sistem monitoring yang kuat dan berbasis data.
Sebagai mitra kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komisi IV DPR RI, kata Johan, siap mengawal dukungan regulasi dan kebijakan agar Teluk Saleh benar-benar menjadi model nasional pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.
“Kalau ini berhasil di NTB, maka Indonesia punya contoh konkret ekonomi biru yang bisa direplikasi ke daerah lain,” pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. (*)













