
“DPRD Dukung Penuh Kolaborasi Multipihak Wujudkan Tata Kelola Hutan Berkeadilan”
NUSRAMEDIA.COM — Komitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis kelestarian lingkungan di Kabupaten Sumbawa semakin diperkuat melalui pertemuan strategis.
Yakni antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan sejumlah mitra nasional maupun internasional dalam rangka mendukung Program Sumbawa Hijau Lestari, Jumat (13/02/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Ketua DPRD Sumbawa Berlian Rayes, serta Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa Dedy Heriwibowo.
Hadir pula Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Kementerian Kehutanan, Julmansyah, Direktur Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Dr. Tri Joko Heryanto.
Kemudian Direktur The Asia Foundation Franz Siahaan beserta tim, akademisi Universitas Mataram Dr. Andi Khairil Ikhsan, Direktur KONSEPSI Dr. M. Taqiyuddin, serta tim Ford Foundation.
■ Percepat Rehabilitasi dan Penguatan Tenurial
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis dan konstruktif tersebut, Julmansyah menegaskan pentingnya sinergi multipihak untuk mempercepat upaya penyelamatan dan rehabilitasi hutan serta lahan yang telah diinisiasi secara masif oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
“Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Sumbawa merupakan fondasi penting. Ke depan, sinergi program dan dukungan multipihak menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan rehabilitasi hutan dan penguatan tata kelola tenurial,” ujarnya.
Bupati Sumbawa menegaskan bahwa Program Sumbawa Hijau Lestari bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi pembangunan daerah yang menyatukan aspek ekologi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Rehabilitasi hutan, penguatan perhutanan sosial, serta penyelesaian konflik tenurial menjadi bagian integral dalam menjaga daya dukung lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
■ Skema Pendanaan dan Pilot Project
Dalam forum tersebut, para mitra menyampaikan berbagai peluang dukungan, mulai dari pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, hingga akses pendanaan melalui skema kehutanan dan pembiayaan lingkungan.
Direktur BPDLH, Dr. Tri Joko Heryanto, menjelaskan sejumlah windows pendanaan yang dapat diakses untuk mendukung program rehabilitasi dan pengelolaan hutan berkelanjutan.
Sementara itu, The Asia Foundation menyatakan kesiapan mendukung bersama KONSEPSI NTB dan Bapperida Sumbawa dalam merancang beberapa pilot project guna memastikan implementasi konkret Program Sumbawa Hijau Lestari di lapangan.
Menurut Julmansyah, kolaborasi ini diarahkan untuk membuka ruang pembiayaan non-APBN di tengah efisiensi dan keterbatasan fiskal.
“Kami berupaya merajut para pihak agar pembiayaan tidak hanya bergantung pada APBN. Bahkan beberapa lembaga filantropi lain siap bergabung dalam konsorsium Sumbawa Hijau Lestari,” ungkapnya.
Selain itu, Balai Perhutanan Sosial Denpasar sebagai UPT Kementerian Kehutanan akan berkontribusi melalui program Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi (FAPE) Perhutanan Sosial seluas kurang lebih 500 hektare.
■ Dukungan Legislatif dan Tindak Lanjut
Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Berlian Rayes, menyampaikan apresiasi atas inisiatif penggalangan dukungan multipihak tersebut. Ia menegaskan DPRD siap mendukung langkah strategis Bupati dalam mewujudkan Sumbawa Hijau Lestari.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo, menyatakan akan segera mengagendakan tindak lanjut guna mengonsolidasikan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, legislatif, lembaga pendanaan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas masyarakat.
Sinergi terstruktur dan berkelanjutan ini diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi hutan dan lahan kritis, memperkuat pengakuan hutan adat dan perhutanan sosial, serta membangun model tata kelola lingkungan yang inklusif dan berkeadilan.
Dengan kolaborasi multipihak yang semakin solid, Program Sumbawa Hijau Lestari diharapkan menjadi model pembangunan hijau daerah yang sejalan dengan visi Kabupaten Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera, sekaligus menjaga warisan ekologis bagi generasi mendatang. (*)













