
NUSRAMEDIA.COM — Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Airport) semakin dipersiapkan untuk menjadi gerbang utama pariwisata dan penerbangan internasional sejalan dengan ambisi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Sebagai salah satu destinasi sportainment dan lifestyle kelas dunia, Mandalika diharapkan dapat membawa dampak besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pembaruan Masterplan Mandalika 2026 yang mencakup 1.175 hektare kawasan ini akan mengembangkan area yang terdiri dari 66 persen lahan developable dan 34 persen non-developable, termasuk ruang terbuka hijau publik yang mencapai 19 persen dari total kawasan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik rencana besar ini dan mendorong percepatan pembenahan Bandara Lombok untuk mendukung pengembangan tersebut.
“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik, terutama desain ruang tunggu dan pembaruan peralatan bagasi. Ini akan membuat wisatawan yang transit merasa lebih nyaman dan betah,” ungkap Gubernur Iqbal, yang juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan bagi tamu internasional.
Salah satu langkah konkret yang diusulkan oleh Gubernur Iqbal adalah peluang kerja sama pengelolaan layanan VIP Airport dengan pihak swasta. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan bagi tamu-tamu penting, seperti investor dan delegasi internasional yang berkunjung ke NTB.
InJourney, sebagai holding BUMN yang mengelola bandara dan destinasi wisata, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan Lombok dan Mandalika menjadi hub pariwisata dan penerbangan kelas dunia.
Maya Watono, Direktur Utama InJourney, menjelaskan bahwa penguatan konektivitas internasional dan pengelolaan destinasi unggulan adalah kunci untuk mewujudkan hal tersebut.
“InJourney tidak hanya mengelola bandara, tetapi juga membangun ekosistem pariwisata yang terpadu. Penguatan bandara dan destinasi wisata harus berjalan selaras agar manfaat sosial dan ekonominya dapat dinikmati oleh masyarakat,” kata Maya.
Saat ini, Lombok Airport memiliki kapasitas terminal hingga 7 juta penumpang per tahun dan mampu melayani pesawat wide body seperti Boeing 777. Bandara ini juga melayani 15 rute domestik dan penerbangan internasional, termasuk ke Singapura dan Malaysia, serta akan segera membuka rute baru ke Darwin, Australia.
Ke depannya, Lombok Airport tidak hanya akan menjadi simpul transportasi, tetapi juga simbol kebanggaan NTB. Investasi senilai lebih dari Rp130 miliar akan diarahkan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan estetika terminal, serta memperkenalkan identitas budaya NTB melalui konsep Dress Up NTB dan ikon baru Mayung Lombok.
Tidak hanya untuk transportasi, kawasan bandara dan Selaparang Area juga akan dikembangkan menjadi pusat kreatif, sportainment, logistik, dan UMKM yang terintegrasi. Hal ini akan mendukung pembentukan ekosistem bandara yang berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Dengan berbagai inovasi dan pengembangan ini, Lombok Airport dan Mandalika diproyeksikan akan semakin memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata internasional dan hub penerbangan global yang tak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat daerah. (*)













