Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Norvie Aperiansyani, S.T., M.A. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Norvie Aperiansyani, S.T., M.A., melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Yogyakarta.

Ini dalam rangka memperkuat pemahaman dan implementasi Gerakan Jam Belajar Masyarakat (GBM) sebagai upaya strategis menghadapi berbagai persoalan sosial di kalangan anak dan remaja.

Dalam kunjungan tersebut, Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta serta DPRD Kota Yogyakarta.

Pertemuan difokuskan pada kebijakan dan praktik pelaksanaan GBM serta penerapan jam malam sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda, khususnya di KSB nantinya.

Baca Juga:  Dukung Bale Ngaji Dihidupkan Kembali, Ketua Komisi IV M Takdir : Pembentuk Karakter dan Akhlak Anak Bangsa

Norvie menjelaskan, penguatan GBM menjadi semakin penting seiring maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, meningkatnya pergaulan bebas, kenakalan remaja, hingga bertambahnya kasus HIV/AIDS.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa anak dan remaja saat ini menghadapi tantangan sosial yang kompleks dan membutuhkan perhatian serta penanganan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Gerakan Jam Belajar Masyarakat dihadirkan sebagai langkah preventif untuk menciptakan ruang yang positif, produktif, dan edukatif bagi anak dan remaja,” ujarnya.

Melalui GBM, anak-anak diharapkan memiliki waktu belajar yang lebih terarah sekaligus mendapatkan pendampingan dari keluarga, masyarakat, dan lingkungan sosial yang mendukung pembentukan karakter.

Baca Juga:  Dikbud Sumbawa Siapkan Program Pelestarian Budaya Berbasis Sekolah

“Tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi akademik, GBM juga diarahkan untuk menumbuhkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta etika sosial,” jelas Dewan Norvie.

Selain menumbuhkan budaya belajar, GBM yang juga dinilai mampu memperkuat ketahanan keluarga dan kontrol sosial di tengah masyarakat. Beragam kegiatan kreatif, pendidikan karakter.

Termasuk pengembangan bakat, hingga pembinaan sosial menjadi alternatif aktivitas sehat dan bermanfaat bagi anak dan remaja. “Sehingga dapat meminimalisasi keterlibatan mereka dalam perilaku berisiko,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Norvie melakukan dialog langsung dengan Kepala Seksi Bina Masyarakat Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Intan, untuk menggali teknis pelaksanaan GBM di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov NTB Bentuk TAG-P3K

Sementara di DPRD Kota Yogyakarta, ia berdiskusi bersama Kuncoro, Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PKS, terkait regulasi, pengawasan, serta peran legislatif dalam mendukung keberlanjutan program GBM dan kebijakan jam malam.

Hasil kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan pengayaan bagi DPRD KSB dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan kontekstual, khususnya dalam membangun lingkungan sosial yang aman, kondusif, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda. (*)