Anggota Komisi II DPRD NTB Dapil V Sumbawa-KSB, Salman Alfarizi saat menghadiri Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Salman Alfarizi, S.H., menyampaikan apresiasi atas perjuangan panjang Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam mengawal hingga terwujudnya Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang digelar di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (6/2/2026).

Menurut Haji Salman sapaan akrab politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, paparan yang disampaikan Bupati Sumbawa dalam sambutannya menggambarkan betapa berat dan panjangnya proses mempertahankan proyek strategis nasional tersebut agar tetap berada di NTB. Bahkan, program tersebut disebut sempat beberapa kali keluar dari daftar prioritas nasional.

“Apa yang disampaikan Pak Bupati tadi menunjukkan bahwa proyek ini bukan datang begitu saja, tetapi melalui perjuangan yang luar biasa. Ini patut kita apresiasi bersama,” ujar Haji Salman saat menghadiri kegiatan groundbreaking.

Baca Juga:  Dikbud Sumbawa Siapkan Program Pelestarian Budaya Berbasis Sekolah

Ia menilai, terpilihnya Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi groundbreaking gelombang pertama nasional merupakan pencapaian sekaligus kebanggaan bagi NTB. Dari ratusan kabupaten/kota di Indonesia, NTB berhasil masuk enam besar nasional, dengan Sumbawa dipercaya menjadi titik awal pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi.

Lebih lanjut, Wakil Rakyat yang duduk di Komisi II DPRD Provinsi NTB ini menegaskan bahwa proyek tersebut bukan sekadar pembangunan industri, melainkan akan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Manfaatnya diproyeksikan menyentuh langsung peternak, pelaku UMKM, koperasi, hingga kelompok usaha di desa-desa.

Baca Juga:  Era Jarot–Ansori, Birokrasi Dipangkas, Dikbud Sumbawa : Dana BOS Lebih Cepat Cair

“Hilirisasi ini menyentuh dari hulu ke hilir. Ada pakan, pembibitan, pengujian, hingga pasar, semuanya berada di NTB. Ini peluang besar bagi peternak lokal agar tidak lagi bergantung dari luar daerah,” jelasnya.

Haji Salman juga menyoroti besarnya nilai investasi yang digelontorkan dalam proyek tersebut, yang mencapai puluhan triliun rupiah, baik untuk pembangunan infrastruktur industri maupun penguatan usaha masyarakat di sektor peternakan unggas.

Menurutnya, kehadiran industri ayam terintegrasi ini akan menjadi penopang penting bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat. Selain itu, proyek ini diyakini mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong tumbuhnya investasi lain di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga:  BPBD NTB Kirim Bantuan ke Sumbawa

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim investasi agar tetap kondusif dan berkelanjutan. “Pesan Pak Bupati sangat jelas. Investasi ini harus kita jaga. Kalau ini berhasil, investor lain akan datang ke Sumbawa,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Haji Salman berharap kehadiran industri unggas terintegrasi ini benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat NTB, khususnya Kabupaten Sumbawa, serta menjadi titik awal kebangkitan ekonomi daerah yang berbasis pada potensi lokal dan kekuatan masyarakat sendiri. (*)