Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Taufik Hidayat. (Ist)
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Taufik Hidayat. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — H Muhammad Taufik Hidayat yang sebelumnya menjabat jadi Sekretaris Dinas PUPR, kini dipercayakan sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB.

H Muhammad Taufik Hidayat secara resmi dilantik oleh Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama sejumlah pejabat lainnya beberapa hari lalu. Menjalankan amanah itu, Kadistanbun NTB yang baru ini nampak langsung “Nge-Gass”.

Tanpa lama, pria yang kerap disapa Ofik ini langsung menggelar rapat internal dengan sejumlah kepala balai dan kepala bidang yang ada di Distanbun Provinsi NTB. “Alhamudulillah, kami langsung rapat” ujarnya di Mataram.

Baca Juga:  Tekankan Percepatan PBJ 2026, Bupati Jarot : "Jangan Lambat, Jangan Menyimpang"

Menurut dia, ada sejumlah hal yang dibahas secara bersama. Ini demi terciptanya kemantapan dalam pola kerja, baik secara internal maupun eksternal berkolaborasi dengan pihak lainnya.

Dengan harapan, kata Ofik, apa yang dihajatkan dalam menjalankan berbagai agenda kerja maupun program pada Distanbun NTB bisa terlealisasi dengan baik. “Yang belum baik, kita perbaiki. Yang sudah baik, bila perlu kita tingkatkan jadi lebih baik lagi secara bersama,” katanya.

Sebagai nahkoda baru di Distanbun NTB, ia menegaskan bakal menggunakan beberapa pola. Pertama Amati Tiru Modifikasi (ATM). Kemudian Simpel, Inovasi dan Murah (SIM). “Nah, setelah itu bisa kita gunakan pola KTP yaitu Kerjakan, Teliti dan Perbaharui lagi bila perlu,” jelas Ofik.

Baca Juga:  Wabup Ansori Tegaskan Komitmen Pemkab Sumbawa Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Disisi lain, beberapa fokus kedepan sebagai agenda kerja. Antara lainnya, dia mengaku akan mempriotitaskan perbaikan infrastruktur pertanian. Karena diharapkan nantinya akan berdampak pada peningkatan produksi.

“Salah satunya kita prioritaskan perbaikan infrastruktur pertanian. Karena akan berdampak pada peningkatan produksi pertanian. Seperti sumor bor yang akan digunakan pada area-area yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang,” urainya.

“Jadi saat ini kita sedang lakukan pemetaan terhadap berbagai potensi yang berdampak kekeringan. Dan nanti kita juga akan koordinasi dan kolaborasi dengan beberapa dinas terkait pemasangan sumor bor dan lain sebagainya,” demikian Muhammad Taufik Hidayat. (red) 

Baca Juga:  Pemprov NTB Akhiri Era Beauty Contest, Karier ASN Kini Berbasis Manajemen Talenta