
NUSRAMEDIA.COM — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, mengeluarkan himbauan resmi kepada para pembudidaya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino ekstrem yang dikenal sebagai “El Nino Godzilla”.
Himbauan tersebut disampaikan pada Senin, 13 April 2026, melalui surat resmi yang ditujukan kepada delapan UPT Pusat Informasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta seluruh Penyuluh Perikanan di Kabupaten Sumbawa.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang sebelumnya disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terkait potensi El Nino ekstrem yang diprediksi berlangsung mulai April hingga Oktober 2026.
■ El Nino “Godzilla” Jadi Ancaman Serius
Fenomena El Nino ekstrem disebut sebagai tantangan besar bagi sektor perikanan budi daya. Kondisi ini dapat memicu perubahan signifikan pada suhu air, curah hujan, serta kualitas lingkungan perairan.
Dengan posisi Indonesia yang berdekatan dengan Samudera Pasifik, dampak El Nino diperkirakan akan lebih terasa, terutama dalam bentuk kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas budidaya ikan.
Selain itu, fenomena ini juga diprediksi menyebabkan peningkatan suhu udara dan air secara drastis, penurunan curah hujan, serta berkurangnya ketersediaan sumber air.
■ Dampak Langsung pada Budidaya Ikan
Dislutkan Sumbawa mengidentifikasi sejumlah dampak serius yang dapat terjadi akibat El Nino ekstrem, di antaranya:
• Penurunan kualitas air akibat meningkatnya suhu, menurunnya oksigen terlarut, dan naiknya kadar amonia
• Meningkatnya stres pada ikan yang berujung pada penurunan nafsu makan dan pertumbuhan
• Risiko serangan penyakit yang lebih tinggi akibat melemahnya sistem imun ikan
• Berkurangnya ketersediaan air untuk budidaya
• Penurunan produktivitas hingga potensi kerugian ekonomi bagi pembudidaya
■ Langkah Antisipasi dan Mitigasi
Untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, Dislutkan Sumbawa mengimbau para pembudidaya agar segera menerapkan langkah-langkah strategis, antara lain:
1. Pemantauan Kualitas Air Secara Rutin
Melakukan monitoring parameter penting seperti suhu, oksigen terlarut (DO), pH, dan amonia untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.
2. Pengelolaan Padat Tebar
Menyesuaikan jumlah ikan dalam kolam guna mengurangi tekanan terhadap lingkungan perairan.
3. Optimalisasi Kadar Oksigen
Menggunakan aerator atau kincir air untuk menjaga ketersediaan oksigen tetap stabil.
4. Manajemen Pakan yang Efisien
Mengatur pemberian pakan agar tidak berlebihan dan mencegah penumpukan limbah yang dapat menurunkan kualitas air.
5. Pengelolaan Sumber Air
Mengupayakan ketersediaan air alternatif serta melakukan pergantian air secara berkala.
6. Pengendalian Penyakit Ikan
Meningkatkan daya tahan ikan melalui penggunaan imunostimulan, probiotik, serta penerapan biosekuriti.
■ Imbauan untuk Penyebarluasan Informasi
Kadislutkan Sumbawa menegaskan pentingnya peran seluruh pihak dalam menyebarluaskan informasi ini. Ia meminta UPT dan penyuluh perikanan agar aktif memberikan edukasi kepada para pembudidaya.
“Langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar dampak El Nino ekstrem dapat diminimalisir dan kerugian yang lebih besar bisa dihindari,” demikian tegas Rahmat Hidayat. (*)













