
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus merealisasikan Program Unggulan 12 Jarot–Ansori melalui program Siswa Sehat Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar (KSP).
Kebijakan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini hingga jenjang perguruan tinggi.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyampaikan bahwa sebanyak 33.951 siswa dan santri telah menerima manfaat program Siswa Sehat Bergizi.
Menurutnya, program ini memastikan puluhan ribu pelajar di Kabupaten Sumbawa memiliki status kesehatan yang baik serta pemenuhan gizi yang optimal sebagai fondasi utama membangun generasi unggul.
“Fokus utama program ini adalah intervensi kesehatan sejak dini dengan menjangkau sekolah dan pesantren. Kita ingin generasi Sumbawa tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” ujar Bupati yang akrab disapa Haji Jarot.
■ Intervensi Sejak Dini untuk Generasi Tangguh
Program Siswa Sehat Bergizi dirancang untuk memperkuat kualitas fisik dan daya tahan generasi muda. Intervensi dilakukan langsung di lingkungan sekolah dan pondok pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan pertumbuhan anak.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang dalam menekan persoalan gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan pelajar secara merata di seluruh wilayah Sumbawa.
■ 679 Mahasiswa Terima Kartu Sumbawa Pintar
Selain menyasar siswa tingkat dasar dan menengah, Pemkab Sumbawa juga menyalurkan bantuan biaya pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP) kepada 679 mahasiswa.
Beasiswa yang bersumber dari APBD tersebut mencakup jenjang Diploma, Strata, hingga Pascasarjana. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan dukungan pembiayaan.
Dari total penerima, sebanyak 664 mahasiswa menerima beasiswa umum yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi lokal:
• 292 mahasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS)
• 215 mahasiswa di Universitas Samawa (UNSA)
• 98 mahasiswa di Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM)
“Program ini menunjukkan jangkauan luas dukungan pendidikan Pemkab Sumbawa di berbagai perguruan tinggi lokal,” tegas Haji Jarot.
■ Rp2,5 Miliar untuk Calon Dokter dan Farmasis
Secara khusus, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung 15 mahasiswa berprestasi di bidang Kedokteran dan Farmasi.
Investasi ini diharapkan mampu mencetak tenaga medis dan farmasi berkualitas yang nantinya dapat kembali mengabdi di Kabupaten Sumbawa. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan daerah secara berkelanjutan.
■ Investasi SDM, Fondasi Masa Depan Sumbawa
Program Unggulan 12 Jarot–Ansori menegaskan arah pembangunan Kabupaten Sumbawa yang tidak semata berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi jangka panjang di sektor kesehatan dan pendidikan.
Dengan memastikan siswa sehat secara fisik serta mahasiswa terbantu secara finansial, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menanam fondasi kokoh bagi kemajuan daerah.
“Dengan memastikan siswa sehat dan mahasiswa terbantu secara finansial, kita sedang menyiapkan masa depan Sumbawa yang lebih kuat dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)













