
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa menegaskan komitmennya untuk memastikan pengusaha dan tenaga kerja lokal berperan aktif dalam proyek industri unggas terintegrasi yang baru saja dilakukan peletakan batu pertama di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir.
Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo, menyatakan pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan pelaksana proyek guna memaksimalkan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Saat ini kami terus berkoordinasi agar proyek ini benar-benar memberikan multiplier effect bagi warga Sumbawa,” ujarnya saat ditemui media, Senin (02/03/2026).
■ Libatkan BUMN dan Mitra Teknis
Dedy menjelaskan bahwa pembangunan industri tersebut melibatkan PT Food ID sebagai perwakilan BUMN, serta PT Agriculture Global Khatulistiwa (AGK) sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Saat ini, proyek telah memasuki tahap krusial, yakni penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Pemda, melalui Bapperida, turut berperan aktif membantu pengumpulan data yang dibutuhkan oleh tim teknis.
“Tim sedang menyusun DED, mulai dari tata letak bangunan, aksesibilitas, sistem drainase, hingga estimasi kebutuhan tenaga kerja,” jelasnya.
■ Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Pemda Sumbawa menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama, khususnya pada bidang pekerjaan yang tidak memerlukan sertifikasi tingkat tinggi.
“Kami akan mengutamakan tenaga kerja lokal. Jika ada kesenjangan keahlian, kami siapkan program pelatihan khusus,” tegas Dedy.
Bahkan, apabila terdapat kebutuhan keahlian tertentu, pemerintah daerah siap memfasilitasi pelatihan baik di dalam maupun luar daerah.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal sehingga dapat bersaing dan terlibat langsung dalam proyek strategis tersebut.
■ Dampak Ekonomi Lebih Luas
Meski berlokasi di Sumbawa, proyek industri unggas terintegrasi ini diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi yang luas, tidak hanya pada skala kabupaten, tetapi juga bagi Provinsi NTB dan nasional.
Pembahasan terkait porsi atau persentase tenaga kerja lokal akan terus didiskusikan seiring dengan pematangan perencanaan proyek.
Dengan komitmen pengawalan dari pemerintah daerah, proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor peternakan, serta meningkatkan daya saing industri pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat. (*)













