
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat transformasi pendidikan vokasi melalui penguatan kemitraan strategis antara sekolah dan dunia industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berkarakter, serta mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, saat melakukan kunjungan kerja ke SMK Mitra Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8). Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB Aidy Furqan, serta Kepala SMKN 5 Mataram.
Selama hampir tiga jam, rombongan meninjau secara langsung implementasi Teaching Factory (TEFA), Project Based Learning (PBL), sistem pembelajaran berbasis industri, hingga mekanisme persiapan siswa mengikuti program magang dan penempatan kerja ke Jepang maupun Jerman. Mereka juga mengunjungi bengkel praktik, laboratorium, serta berbagai fasilitas pembelajaran yang dirancang menyerupai lingkungan kerja sesungguhnya.
Bagi Gubernur Miq Iqbal, tantangan utama pendidikan vokasi saat ini bukan terletak pada minimnya lapangan pekerjaan, melainkan pada kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
“Lapangan kerja itu selalu ada. Yang perlu kita benahi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Di situlah pentingnya membangun link and match yang nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.
Menurut Miq Iqbal, pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki disiplin, etos kerja, kemampuan beradaptasi, serta budaya kerja yang menjadi standar perusahaan modern.
“Ketika masuk ke dunia industri, anak-anak kita tidak boleh lagi mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. Karakter, disiplin, dan etos kerja harus dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah,” ujarnya.
SMK Mitra Industri MM2100 dikenal sebagai salah satu sekolah vokasi rujukan nasional yang menerapkan sistem pendidikan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Berlokasi di kawasan industri MM2100, sekolah ini didukung langsung oleh asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan-perusahaan besar sehingga kurikulum, standar kompetensi, hingga proses evaluasi disusun berdasarkan kebutuhan riil industri.
Selain memiliki fasilitas Teaching Factory (TEFA) sebagai sarana praktik sekaligus uji kompetensi, sekolah tersebut juga mengintegrasikan pembinaan karakter, budaya kerja industri, serta lembaga pelatihan kerja berlisensi Sending Organization (SO) yang membuka akses penempatan lulusan ke luar negeri tanpa melalui lembaga perantara.
Model pendidikan tersebut terbukti mampu menghasilkan tingkat penyerapan lulusan yang sangat tinggi. Hampir seluruh lulusan setiap tahunnya langsung bekerja di berbagai perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Gubernur Miq Iqbal menilai praktik baik yang diterapkan SMK Mitra Industri MM2100 layak menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan vokasi di NTB.
“Di NTB sebenarnya kita sudah memiliki fondasi yang baik, seperti Komatsu School Welding dan UT School. Ke depan, model-model seperti ini harus kita perbanyak agar lulusan SMK benar-benar siap memasuki dunia kerja,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Miq Iqbal mengungkapkan bahwa dirinya telah mengundang pendiri dan manajemen SMK Mitra Industri MM2100 untuk berkunjung ke NTB guna membahas kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Kerja sama tersebut direncanakan mencakup supervisi dan pendampingan pengembangan SMK berbasis industri, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pembentukan budaya kerja di sekolah, hingga pengembangan model pendidikan yang terintegrasi dengan lembaga pelatihan kerja guna membuka peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan lahirnya lebih banyak SMK berstandar industri yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global melalui program SMK Go Global.
Bagi Pemerintah Provinsi NTB, transformasi pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari meningkatnya angka kelulusan, tetapi dari kemampuan setiap lulusan memperoleh kompetensi, karakter, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja. Dengan memperkuat sinergi antara sekolah, industri, dan lembaga pelatihan kerja, NTB optimistis mampu membangun ekosistem pendidikan vokasi yang melahirkan tenaga kerja profesional sekaligus menekan angka pengangguran lulusan SMK secara berkelanjutan. (*)













