
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 459 mahasiswa telah tercatat sebagai penerima manfaat program beasiswa daerah tersebut, yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori.

Peluncuran Kartu Sumbawa Pintar mendapat apresiasi dari Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH. Menurutnya, realisasi program tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menunaikan janji politik sekaligus menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Sumbawa.
“Kami mengapresiasi komitmen Bupati Sumbawa dalam menunaikan janji politik melalui salah satu program unggulan, yakni Kartu Sumbawa Pintar untuk meningkatkan kualitas SDM anak-anak Kabupaten Sumbawa,” ujar Fikar kerap Waka III DPRD Sumbawa itu disapa.
Beasiswa Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Investasi Masa Depan
Politisi muda Partai NasDem itu juga menegaskan bahwa, beasiswa bukan hanya bantuan pembiayaan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
“Saya meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah daerah adalah investasi pada sumber daya manusianya,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan manusia melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas.
Jangkau Berbagai Jenjang Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Program Kartu Sumbawa Pintar yang mulai dijalankan sejak tahun pertama pemerintahan Jarot–Ansori menjadi instrumen strategis dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.
Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma, sarjana hingga pascasarjana. Mayoritas penerima beasiswa berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa, seperti Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Universitas Samawa (UNSA), Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM), dan STIKES.
Selain beasiswa reguler, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menunjukkan perhatian khusus terhadap sektor kesehatan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung 15 mahasiswa berprestasi di bidang Kedokteran dan Farmasi.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga medis dan tenaga farmasi yang kompeten serta siap mengabdi di Kabupaten Sumbawa guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kartu KSP Perkuat Tata Kelola Program Beasiswa
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp50 juta yang tercantum dalam laporan capaian program prioritas digunakan untuk pembuatan kartu identitas bagi 459 mahasiswa penerima manfaat.
Kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi penerima bantuan pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola program agar lebih tertib, akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.
DPRD Siap Kawal Program Pendidikan Berkelanjutan
Sebagai unsur legislatif, Zulfikar Demitry menegaskan DPRD akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Ia berharap Program Kartu Sumbawa Pintar terus berkembang sehingga mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Harapannya, program ini semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak Sumbawa yang memiliki potensi namun menghadapi keterbatasan ekonomi,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga berencana memperluas cakupan program, tidak hanya menambah jumlah penerima beasiswa, tetapi juga menyiapkan program pendampingan lulusan agar lebih mudah terserap di dunia kerja melalui pemetaan kebutuhan tenaga kerja daerah.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi pembangunan daerah, karena investasi pada pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Kabupaten Sumbawa.
“Pendidikan adalah jalan menuju perubahan. Ketika akses pendidikan dibuka lebih luas, sesungguhnya sedang dibuka jalan bagi masa depan Sumbawa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. Membangun Sumbawa dimulai dari membangun manusianya. Mari terus bergerak, karena setiap kesempatan belajar adalah harapan baru bagi Tana Samawa,” pungkas Zulfikar Demitry. (*)












