
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan target ambisius pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi NTB 2026. Kafilah Sumbawa ditargetkan mampu menembus lima besar, dengan syarat utama: pembinaan serius dan kebersamaan yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumbawa dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jaya Kusuma, saat membuka Training Center (TC) peserta dan pelatih MTQ, di Aula Hotel Suci, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua MUI, Kepala Kemenag, jajaran OPD, para pelatih, serta peserta kafilah MTQ Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa TC bukan sekadar rutinitas menjelang lomba, melainkan proses penting dalam membentuk kemampuan tilawah sekaligus karakter peserta. “TC ini bukan hanya soal membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membangun mental, ketahanan, dan kepribadian yang kuat,” tegasnya.
■ Persaingan Semakin Ketat
Bupati juga menyoroti semakin kompetitifnya MTQ tingkat Provinsi NTB. Daerah lain disebut telah melakukan persiapan matang dengan pendekatan modern dan terstruktur.
Salah satu contoh yang disorot adalah kesiapan Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah, yang menghadirkan konsep berbasis budaya hingga inovasi digital untuk mendukung pelaksanaan MTQ. “Ini menjadi sinyal bahwa MTQ tidak lagi sekadar seremonial, tetapi sudah bergerak ke arah yang lebih profesional, transparan, dan kompetitif,” ujar Jaya Kusuma.
■ TC Harus Maksimal, Tanpa Formalitas
Karena itu, seluruh peserta dan pelatih diminta memanfaatkan TC secara optimal. Tidak boleh ada latihan yang dijalankan sekadar formalitas. “Setiap hari harus ada peningkatan. Baik dari tajwid, suara, irama, penguasaan materi, hingga kesiapan mental tampil,” tegasnya.
■ Pelatih Diminta Bangun Kebersamaan
Bupati memberikan perhatian khusus kepada para pelatih. Ia menekankan bahwa peran pelatih tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga memahami karakter dan kebutuhan setiap peserta. “Setiap anak berbeda. Ada yang butuh dorongan, ada yang perlu pendekatan personal. Di sinilah kualitas pelatih diuji,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kekompakan antar pelatih agar tidak terjadi perbedaan pendekatan yang justru membingungkan peserta. “Kebersamaan itu harus terlihat. Jangan ada perbedaan yang membuat anak-anak tidak berkembang optimal,” pesannya.
■ Optimisme Menuju 5 Besar
Bupati turut mengapresiasi perkembangan kafilah Sumbawa yang kini mengandalkan potensi lokal tanpa mengambil peserta dari luar daerah. Menurutnya, capaian sebelumnya pada ajang STQ yang menempatkan Sumbawa di posisi keempat menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.
“Target kita jelas, minimal masuk lima besar di MTQ NTB 2026,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, baik bagi pelatih maupun peserta, termasuk dalam hal waktu, ibadah, dan pembinaan mental spiritual.
■ Al-Qur’an sebagai Landasan Hidup
Lebih dari sekadar ajang lomba, Bupati menegaskan bahwa MTQ harus menjadi sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai Al-Qur’an harus hidup, tidak hanya di arena lomba, tetapi juga di keluarga, sekolah, birokrasi, dan masyarakat,” pungkasnya. (*)












