
NUSRAMEDIA.COM – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menghidupkan kembali ‘Bale Ngaji ‘ di Tana Samawa.
Program tersebut dinilai memiliki dampak strategis dalam membangun karakter, akhlak, serta menjadi benteng moral bagi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk narkoba.
Dukungan itu disampaikan Takdir sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif Anggota DPR RI dari Dapil NTB I Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, S.T., yang menggagas pengaktifan kembali Bale Ngaji sebagai pilot project di Kabupaten Sumbawa.
“Tentu hal ini kita sambut baik dan sangat kita dukung. Kami mengapresiasi langkah Bapak Johan Rosihan, karena dampaknya akan sangat positif bagi masyarakat,” ujar Takdir.
Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Sumbawa itu, Bale Ngaji tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai ruang pendalaman kajian nilai-nilai Al-Qur’an yang lebih komprehensif.
“Jadi tidak hanya ngaji baca, tapi juga pendalaman dari sisi kajian Al-Qur’annya. Ini tentu sangat bagus,” imbuhnya kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya.
Takdir menegaskan, pemerintah daerah diharapkan dapat proaktif dalam menghidupkan kembali Bale Ngaji di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Bahkan, ia mendorong agar pemerintah memberikan dukungan nyata melalui anggaran daerah.
“Bila perlu, kita support para pekerja atau guru di Bale Ngaji melalui APBD agar pelaksanaannya lebih maksimal. Karena ini program yang sangat positif,” tuturnya.
Lebih jauh, ia meyakini kebangkitan Bale Ngaji akan menghidupkan kembali tradisi luhur yang pernah mengakar kuat di tengah masyarakat Sumbawa. Tradisi tersebut dinilai memiliki peran besar dalam pembentukan karakter dan akhlak generasi terdahulu.
“Tradisi-tradisi dulu itu akan bangkit kembali. Dari sini juga akan membentuk karakter dan akhlak anak-anak kita,” sambungnya.
Takdir mencontohkan kebiasaan anak-anak mengaji pada masa lalu, yang penuh dengan nilai kesantunan dan penghormatan kepada guru. Mulai dari mengisi air gentong, betabeq (permisi), hingga mencium tangan guru ngaji sebagai bentuk penghormatan.
“Itu semua adalah kebiasaan santun yang mencerminkan rasa hormat kepada guru ngaji dan orang yang lebih tua. Nilai-nilai baik seperti ini harus terus kita hidupkan,” tegasnya.
Menurutnya, meskipun zaman terus berubah, nilai-nilai positif yang telah diwariskan para pendahulu harus tetap dilestarikan dan ditanamkan kepada generasi saat ini.
“Nah, kita berharap kebiasaan-kebiasaan baik itu tetap hidup. Meski zaman berubah, nilai positif dulu-dulu harus tetap kita jaga,” harapnya.
Takdir juga sepakat bahwa Bale Ngaji dapat menjadi simbol perlawanan terhadap berbagai persoalan sosial, terutama peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di Tana Samawa.
“Bale Ngaji bisa menjadi perisai dari hal-hal negatif, termasuk narkoba. Tentu kita harus konsepkan dengan matang agar tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, minimal setiap kecamatan di Kabupaten Sumbawa harus memiliki satu Bale Ngaji yang aktif dan terkelola dengan baik.
“Pemerintah harus mendorong ini bisa terealisasi maksimal. Minimal setiap kecamatan harus ada Bale Ngaji,” lanjutnya.
Takdir juga menyinggung program guru ngaji yang telah ditempatkan di masjid dan musholla serta didukung oleh pemerintah. Menurutnya, hal tersebut tinggal dikonsepkan dan disinergikan dengan Bale Ngaji agar berjalan optimal.
■ DORONG RANPERDA BACA TULIS AL-QUR’AN
Sebagai bentuk dukungan konkret, Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Baca Tulis Al-Qur’an sejak Pendidikan Dasar.
“Ranperda ini sudah kami usulkan dan saat ini dalam tahap pembahasan. Ini bentuk keseriusan kami menyambut baik Bale Ngaji,” jelas Takdir.
Ia menegaskan, keberhasilan Bale Ngaji dan upaya memerangi narkoba membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak.
“Intinya, kami Komisi IV sangat mendukung. Pemerintah juga harus mendorong ini. Semua persoalan, termasuk narkoba, butuh kerja sama semua pihak agar bisa terwujud sesuai harapan demi kebaikan bersama,” pungkasnya.
■ BALE NGAJI : BENTUK MORAL DAN AKHLAK
Sebelumnya, Anggota DPR RI Johan Rosihan menegaskan komitmennya menghidupkan kembali Bale Ngaji sebagai pilot project di Kabupaten Sumbawa.
Saat ini, bersama tim kecil, pihaknya tengah mematangkan konsep Bale Ngaji yang akan menyasar seluruh kecamatan. “Sebagai langkah awal, tiap kecamatan minimal harus ada satu Bale Ngaji,” ujarnya.
Menurut Johan, Bale Ngaji tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan moral dan akhlak anak-anak. Bale Ngaji juga diharapkan menjadi benteng dalam menghadapi ancaman narkoba.
Dengan pola Bale Ngaji, ia meyakini akan tercipta hubungan batin yang kuat antara guru ngaji dan murid, tanpa sekat, sehingga memberikan dampak positif bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat secara luas. (*)













