Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal berharap Kerja Sama Regional Provinsi Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (KR BNN) tidak berhenti sebatas penandatanganan dokumen, melainkan mampu memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tiga provinsi.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bali–NTB–NTT yang digelar di Golo Mori Convention Center, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT.

“Sungguh tidak menyangka bahwa akhirnya kerja sama ini terwujud juga dan kita sampai di titik ini. Dari yang tadinya hanya niat, berubah menjadi komitmen, dan sekarang terealisasi,” ujar Gubernur Iqbal. Ia menegaskan, ketiga provinsi yakni Bali, NTB, dan NTT memiliki kesepahaman kuat agar kerja sama tersebut tidak sekadar menjadi wacana.

Baca Juga:  Harga Sembako di Sumbawa Terpantau Stabil

“Kami sepakat bertiga bahwa kami tidak ingin kerja sama ini menjadi omon-omon saja. Tidak hanya berakhir dengan penandatanganan. Kami ingin melakukan sesuatu dan memastikan masyarakat di ketiga provinsi benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadi salah satu penggerak utama pengembangan supergrid Bali–NTB–NTT sebagai bagian dari penguatan kerja sama di sektor energi. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa sudah ada dua negara yang menyatakan minat untuk melakukan studi kelayakan pengembangan energi baru dan terbarukan di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Pemprov NTB Tegaskan IPR Harus Diterbitkan dengan Selektif, Tidak Tergesa-Gesa

Selain energi, sektor pariwisata juga menjadi fokus kolaborasi. Salah satu rencana konkret yang disiapkan adalah penyelenggaraan joint family tour dengan melibatkan influencer dari negara-negara penyumbang wisatawan terbesar ke Bali, NTB, dan NTT. Program ini direncanakan mendapat dukungan dari Lion Group.

Lebih jauh, Gubernur Iqbal menilai KR BNN menjadi penanda kebangkitan kembali semangat regionalisme yang sempat melemah pascapandemi COVID-19. Menurutnya, kekuatan utama kerja sama ini justru terletak pada keberagaman karakter masing-masing daerah.

“Kita tidak disatukan karena kita sama. Justru kita bersatu karena kita berbeda. Di situlah indahnya keberagaman, dan dari keberagaman itu kita saling mengisi. Ada complementarity di situ,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB Tegaskan Mutasi ASN Sah dan Tidak Langgar AUPB

Ia pun mengibaratkan KR BNN sebagai kisah klasik The Three Musketeers dengan semangat “One for All, All for One”, yakni kerja sama yang dibangun atas prinsip saling menguatkan—satu untuk semua, dan semua untuk satu.

Acara penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri para bupati, wali kota, dan ketua DPRD dari ketiga provinsi, jajaran kepala perangkat daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, serta asosiasi dari masing-masing daerah. (*)