
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya penyelesaian sengketa masyarakat melalui jalur damai berbasis nilai agama, hukum, dan kearifan lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat membuka kegiatan Sosialisasi Bale Mediasi bertema “Penguatan Sinergi Perdamaian Bale Mediasi Sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Berbasis Nilai Agama, Kearifan Lokal dan Hukum” di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Ketua LATS, Ketua Bale Mediasi, kepala perangkat daerah lingkup Kabupaten Sumbawa, para narasumber, serta peserta sosialisasi.
Dalam laporan panitia, Muhammad Yudi, S.H. menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan kegiatan perdana sejak pengurus Bale Mediasi dilantik oleh Wakil Bupati Sumbawa pada 31 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran Bale Mediasi dalam membantu penyelesaian sengketa masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman aparatur dan masyarakat terhadap fungsi serta manfaat Bale Mediasi. Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Endra Syaifuddin, S.H., M.H. dan DEA Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov.
Sementara itu, Ketua Bale Mediasi Kabupaten Sumbawa, Rimas Intan Katari, S.H., M.H., Mediator, menjelaskan bahwa Bale Mediasi merupakan lembaga resmi yang memfasilitasi penyelesaian sengketa masyarakat di luar pengadilan secara damai, adil, dan efisien dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
Menurutnya, keberadaan Bale Mediasi menjadi instrumen penting dalam menciptakan solusi yang bijaksana dan dapat diterima semua pihak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berharap Bale Mediasi tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi benar-benar mampu menjalankan peran secara maksimal sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu penyelesaian persoalan sosial dan sengketa hukum secara damai.
“Pemerintah berharap Bale Mediasi mampu menciptakan suasana yang adil sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Ketika persoalan dapat diselesaikan dengan damai, maka kehidupan masyarakat akan terasa lebih sejuk, aman, dan tenteram,” ujarnya.
Wabup juga mengingatkan pentingnya penyelesaian persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas hukum dan kondusivitas daerah demi mewujudkan Sumbawa yang damai, nyaman, unggul, maju, dan sejahtera.
“Masalah kecil harus segera diperhatikan dan diselesaikan bersama. Mari kita jaga kondusivitas daerah agar masyarakat dapat hidup dengan damai dan sejahtera,” pungkasnya. (*)













