EKBIS

Distanbun NTB Tegaskan Harga Cabai Melonjak Akibat Cuaca

87
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Fathul Gani

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB menegaskan bahwa lonjakan hargai cabai yang terjadi disejumlah pasar wilayah akibat perubahan cuaca sehingga berimbas pada menurunnya hasil produksi petani.

“Setelah kita cek dilapangan memang kenaikan harga cabai ini dipicu akibat cuaca. Sehingga banyak cabai terserang hama yang berimbas pada penurunan produksi ditingkat petani,” kata Kepala Distanbun NTB, Fathul Gani di Mataram.

Selain pengaruh cuaca, sebut dia, kenaikan harga cabai tersebut juga dipicu karena banyak petani yang lebih memilih mengirim cabai ke Pulau Jawa. Lantaran tergiur dengan harga jual yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan pasokan menjadi terbatas.

Baca Juga:  Realisasi PKB 80,21 Persen, Samsat Sumbawa Optimis Capai Target

“Kenapa harganya melonjak sampai Rp100-120 lebih per kilogram, karena permintaan di Pulau Jawa juga tinggi. Kalau ke Jawa bisa sampai Rp80-100 ribu dihargai. Sedangkan kalau di lokal cuman Rp40-50 ribu. Makanya mereka untung kalau kirim keluar,” ungkapnya.

“Tetapi kita sudah bertemu dengan petani dan berkomunikasi untuk mencoba mengetuk hati nurani mereka. Boleh kirim, silahkan tetapi penuhi dulu kebutuhan lokal. Kecuali harga di NTB sudah stabil, ya silahkan kalau mau kirim keluar,” tambahnya.

Baca Juga:  Perkuat PUAS, Bank NTB Syariah dan BSI Teken Kerjasama

Meski demikian, menurut mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB itu, kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, dari informasinya pada Juli, petani cabai di Pulau Jawa sudah mulai panen raya.

Pihaknya menargetkan harga cabai bisa kembali normal di kisaran harga Rp30-40 ribu per kilogram. Kendati terjadi kenaikan harga pasokan cabai ke sejumlah pasar tradisional khususnya di Kota Mataram masih aman, kata dia, karena setiap hari pasokan dari kabupaten lain tetap ada meskipun jumlah menurun.

Baca Juga:  Pemprov NTB Gelar Bazar Pangan Murah

“Jadi, lonjakan ini sifatnya fluktuatif. Mudah-mudahan Juli sudah kembali normal harga cabai, tetapi kita juga harap harganya tidak terlampau jauh, karena kasihan juga nanti petani kalau cabai terlalu murah,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk menyiasati dan antisipasi kenaikan harga cabai, pihaknya mengajak masyarakat agar memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga ketika terjadi kenaikan harga seperti saat ini. (red) 

Artikel sebelumyaProses Administrasi PAW Wakil Ketua DPRD NTB Tuntas
Artikel berikutnyaRencana Pembangunan Jalan Lingkar Utara Dibahas