
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Samota Tiga yang dilaporkan mengalami amblas. Peninjauan dilakukan guna memastikan tingkat kerusakan serta langkah penanganan yang akan ditempuh pemerintah.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya amblas pada bagian offride atau sisi pinggir jembatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.
“Kita sudah cek dan memang terjadi amblas. Kami juga akan segera menindaklanjuti temuan itu untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” ujar Haji Ansori kepada wartawan.
Namun demikian, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan, termasuk penanganan sementara. Hal itu karena ruas jalan dan jembatan tersebut berstatus sebagai jalan negara yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kita tidak bisa tangani meskipun sifatnya sementara, karena tidak ada kewenangan daerah. Tetapi kami akan segera bersurat ke pemerintah pusat untuk bisa ditangani segera, terutama jelang panen jagung,” tegasnya.
Ansori menyampaikan, pemerintah daerah akan segera menyurati kementerian terkait guna meminta percepatan penanganan. Ia juga telah menginstruksikan dinas teknis untuk menyiapkan dokumen pendukung sebelum disampaikan ke pemerintah pusat.
“Kami akan segera bersurat ke kementerian terkait dan kami berharap bisa segera ditangani, sehingga kerusakan yang terjadi saat ini bisa diminimalisir,” katanya.
■ Debit Sungai Tinggi Gerus Pondasi
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, menjelaskan bahwa amblasnya bagian jembatan diduga akibat tingginya debit air sungai dalam beberapa waktu terakhir. Aliran air yang deras menghantam sisi tebing dan menggerus pondasi di area offride jembatan.
“Lokasi offride jembatan yang amblas itu berada di bagian pinggir. Kemungkinan karena debit air cukup besar sehingga menghantam tebing dan menggerus pondasi jembatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apalagi dalam dua hingga tiga bulan ke depan, wilayah Sumbawa akan memasuki masa panen raya jagung, dan ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses utama distribusi hasil pertanian menuju Kota Sumbawa.
“Kami tetap akan melakukan tindak lanjut atas temuan itu. Jika dibiarkan tanpa penanganan, dikhawatirkan kerusakannya akan semakin parah,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Sumbawa berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah cepat agar akses transportasi tetap aman dan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani jagung, tidak terganggu. (*)













