Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi yang digelar di Hotel Golden Palace, Mataram, Rabu (11/2/2026).

Rakor ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan pengawasan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di seluruh wilayah NTB, khususnya menjelang meningkatnya permintaan saat Ramadan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Muhamad Faozal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan bahan pangan di NTB masih dalam kondisi aman. Namun demikian, pemerintah mencermati adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas tertentu, terutama cabai rawit.

Baca Juga:  Longsor Tutup Jalur Wisata Pusuk–Sembalun, Pemprov NTB "Gercep" Pulihkan Akses

“Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi cuaca, keterbatasan masa panen, distribusi ke luar daerah, serta meningkatnya permintaan menjelang puasa,” jelas Lalu Faozal.

Ia mengungkapkan, sehari sebelumnya Gubernur NTB bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daerah telah turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi riil di lapangan, termasuk memantau harga dan ketersediaan komoditas strategis.

“Bapak Gubernur bersama Satgas Pangan turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi aktual, memantau harga sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov NTB bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengintensifkan berbagai upaya stabilisasi. Di antaranya dengan memasifkan penyebarluasan informasi terkait harga eceran tertinggi (HET) serta menggelar gerakan pangan murah di berbagai wilayah.

Baca Juga:  Diam-diam Rutin Bantu Warga, Kepala Desa Marga Karya : "Terimakasih Pak Sambirang Ahmadi"

“Langkah ini merupakan bentuk intervensi pasar agar masyarakat tetap tenang dan dapat menjalani ibadah Ramadan dengan khusyuk,” tambahnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan NTB tersebut juga menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui rapat koordinasi, tetapi juga dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan harga tetap dalam batas kewajaran dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, Pemprov NTB terus mendorong penguatan produk-produk UMKM lokal agar menjadi tuan rumah di daerah sendiri serta menjadi pilihan utama masyarakat.

Baca Juga:  Syamsul Fikri : Kekayaan Alam Sumbawa Jangan Jadikan Warganya Buruh di Negeri Sendiri

“Kita perlu mengajak seluruh masyarakat untuk berbelanja secara bijak, tidak berlebihan, serta mengutamakan produk lokal. Para pedagang juga diharapkan menjaga kejujuran, kualitas barang, dan stabilitas harga sehingga pasar menjadi tempat yang memberikan ketenangan dan keberkahan bagi semua,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Lalu Faozal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya rapat koordinasi tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di NTB menjelang Ramadan. (*)