
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah melalui realisasi Program Unggulan 06 Jarot–Ansori, yakni pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Benih, Pupuk, serta stabilisasi harga gabah dan jagung.
Program ini merupakan komitmen Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, bersama Wakil Bupati, Mohamad Ansori, dalam memastikan keberlanjutan produksi pertanian sekaligus memperkuat perlindungan terhadap petani, baik dari sisi ketersediaan sarana produksi maupun kepastian harga hasil panen.
Sebagai daerah dengan komoditas unggulan jagung dan padi, Kabupaten Sumbawa menempatkan sektor pertanian sebagai fondasi utama stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
■ Penguatan Kelembagaan Pengawasan
Pada tahun pertama pemerintahan, langkah strategis yang telah direalisasikan adalah pembentukan Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) tingkat kabupaten. Tim ini berfungsi sebagai instrumen pengendalian distribusi pupuk dan sarana produksi pertanian agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga membentuk Satgas Pengamanan Petani melalui sinergi lintas perangkat daerah dan instansi terkait. Satgas ini melibatkan unsur teknis yang relevan dalam pengawasan distribusi, pemantauan harga, hingga perlindungan kepentingan petani.
Pelaksanaan program berada di bawah koordinasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, dengan dukungan lintas perangkat daerah sebagai wujud kolaborasi kebijakan pertanian terpadu.
■ Fokus Pengamanan Input Pertanian
Melalui Satgas, pemerintah memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi benih dan pupuk agar proses produksi berjalan tepat waktu dan efisien. Pengawasan ini penting untuk mencegah kelangkaan maupun praktik distribusi yang tidak sesuai aturan.
Langkah tersebut menjadi bentuk perlindungan dari sisi hulu, di mana keberhasilan panen sangat bergantung pada kualitas dan ketepatan distribusi sarana produksi.
■ Stabilisasi Harga Gabah dan Jagung
Tidak hanya di sektor input, perhatian pemerintah juga diarahkan pada stabilisasi harga hasil panen, khususnya gabah dan jagung sebagai komoditas utama daerah.
Satgas berperan dalam pemantauan dinamika pasar serta koordinasi lintas sektor guna menjaga harga tetap berpihak pada petani. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan fluktuasi harga yang kerap merugikan petani saat musim panen raya.
Langkah ini menjadi bentuk perlindungan dari sisi hilir, sehingga petani tidak hanya produktif, tetapi juga memperoleh nilai jual yang layak.
■ Ulasan Kebijakan: Perlindungan Petani dari Hulu hingga Hilir
Pembentukan Satgas Pengamanan Pertanian menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan pertanian di Kabupaten Sumbawa tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perlindungan sistem pertanian secara menyeluruh.
Kebijakan ini memiliki makna strategis karena menyentuh dua aspek utama sekaligus:
• Perlindungan Hulu — melalui pengawasan distribusi benih, pupuk, dan pestisida.
• Perlindungan Hilir — melalui upaya menjaga stabilitas harga komoditas utama.
• Dari perspektif tata kelola pemerintahan, langkah ini mencerminkan:
• Transparansi kebijakan, dengan kejelasan instrumen perlindungan bagi petani
• Efektivitas anggaran, melalui optimalisasi kelembagaan dan koordinasi lintas sektor
• Keberpihakan pada petani, sebagai kelompok strategis dalam struktur ekonomi daerah
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepastian usaha bagi petani, menjaga stabilitas produksi pangan daerah, serta memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat pedesaan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen memperkuat fungsi Satgas melalui evaluasi berkala, peningkatan pengawasan lapangan, serta koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan perlindungan petani semakin efektif dan berkelanjutan. (*)













