Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kota Mataram. Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, berhasil menembus babak akhir Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026, ajang bergengsi nasional yang digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Mohan menjadi salah satu dari 10 kepala daerah terbaik se-Indonesia yang diundang secara resmi untuk mempresentasikan visi, kebijakan, dan capaian pemajuan kebudayaan di hadapan dewan juri PWI Pusat di Jakarta.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani, pada Jumat (02/01/2026). Ia menyampaikan bahwa Wali Kota Mataram menyambut nominasi ini dengan penuh antusias dan telah menyatakan kesiapannya untuk hadir secara langsung.

“Insya Allah Pak Wali dipastikan hadir. Kami juga telah berkoordinasi dengan PWI NTB untuk memastikan kesiapan materi presentasi agar memperoleh hasil yang maksimal,” ujar Ramadhani.

Baca Juga:  Kado Hijau Bank NTB Syariah untuk Milad ke-67 Sumbawa

Sebelumnya, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, melalui siaran pers pada Kamis (01/01/2026), menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional. Dewan juri menilai secara mendalam berbagai dokumen penting, mulai dari proposal program, video pendukung, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), hingga regulasi kebudayaan daerah yang ketebalannya mencapai ratusan halaman.

Dalam ajang ini, Wali Kota Mataram terpilih bersama dua wali kota lainnya, yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Sementara tujuh nominasi lainnya berasal dari kepala daerah tingkat kabupaten, masing-masing dari Lampung Utara, Temanggung, Manggarai, Blora, Labuhanbatu, Manokwari, dan Padang Pariaman.

Baca Juga:  DPRD Sumbawa Desak Pemda Serius Tangani Persoalan Sampah

Tahun 2026, AK PWI Pusat mengangkat tema besar “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”. Kota Mataram sendiri membidik sub-tema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sesuai agenda, H. Mohan Roliskana dijadwalkan mengikuti sesi presentasi dan pendalaman materi di Kantor PWI Pusat pada 8–9 Januari 2026. Ia akan diuji oleh dewan juri lintas profesi dan nasional, di antaranya Sudjiwo Tejo, Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, serta Yusuf Susilo Hartono.

Yusuf menegaskan, penilaian tidak hanya berfokus pada konsep, tetapi juga pada inovasi kebijakan serta dampak nyata bagi masyarakat. “Kepala daerah boleh membawa rombongan dinas atau tokoh masyarakat sebagai saksi, namun mereka tidak diperkenankan membantu menjawab saat sesi pendalaman materi,” tegasnya.

Baca Juga:  Misteri Jasad Terbakar di Lombok Barat Terungkap, Anak Diduga Tega Habisi Ibu Sendiri Karena Uang

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang telah digelar sejak 2016 ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya kebijakan kebudayaan yang progresif, inklusif, dan adaptif terhadap zaman. Sejumlah kepala daerah penerima anugerah sebelumnya bahkan tercatat melanjutkan kiprah ke panggung kepemimpinan nasional.

Masuknya Wali Kota Mataram ke babak final AK PWI Pusat 2026 menjadi bukti bahwa kebijakan kebudayaan Kota Mataram mendapat pengakuan di level nasional, sekaligus memperkuat posisi Mataram sebagai kota dengan komitmen kuat terhadap pelestarian dan pemajuan budaya. (*)