
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, menghadiri pagelaran seni dan fashion show Marvelous Wastra NTB yang digelar di Rinjani Ballroom Lombok Raya Hotel, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini menjadi panggung apresiasi bagi kekayaan wastra Nusa Tenggara Barat, sekaligus ruang refleksi kepedulian sosial di tengah berbagai peristiwa alam yang terjadi belakangan ini.
Pagelaran tersebut menampilkan beragam wastra khas NTB, dengan Muna Pa’a dari Kabupaten Dompu sebagai salah satu sorotan utama. Keindahan kain tradisional ini dipresentasikan melalui peragaan busana dan pertunjukan seni yang memadukan nilai estetika, identitas budaya, dan pesan sosial.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Ummi Dinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat makna.
“Pagelaran ini bukan sekadar ajang menampilkan keindahan wastra, tetapi juga menjadi wujud kepedulian kolektif serta kecintaan terhadap tanah kelahiran dan warisan budaya daerah,” ujarnya. Ummi Dinda menegaskan bahwa Muna Pa’a memiliki kekhasan dan nilai estetika yang kuat serta telah mendapat apresiasi di berbagai kesempatan.
Oleh karena itu, pengembangan wastra daerah tidak hanya diarahkan untuk dikenal di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan para penenun sebagai penjaga nilai dan identitas budaya.
“Penguatan wastra harus berjalan seiring dengan pemberdayaan penenun. Mereka adalah penjaga tradisi sekaligus penggerak ekonomi keluarga,” tambahnya.
Ia juga mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dompu agar terus memberikan perhatian serius kepada para penenun, sehingga Muna Pa’a tetap lestari dan tersedia secara berkelanjutan, khususnya di wilayah Hu’u dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB sekaligus Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Soedjoko, menegaskan bahwa wastra bukan sekadar produk budaya, melainkan memiliki peran strategis dalam penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Di balik setiap helai wastra terdapat kerja keras para ibu dan perempuan yang menggantungkan harapan hidup dari kerajinan ini,” tegasnya.
Menurut Bunda Sinta, wastra NTB, termasuk Muna Pa’a, memiliki nilai budaya tinggi sekaligus potensi ekonomi besar apabila dikelola secara berkelanjutan, terorganisir, dan didukung oleh sinergi lintas pihak.
Untuk itu, Dekranasda NTB berkomitmen mendukung pelestarian dan pengembangan wastra daerah agar terus hidup, berkembang, dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga para perajin.
Ia juga menekankan bahwa pengenalan wastra ke tingkat nasional dan internasional harus diiringi dengan kesiapan di hulu, terutama melalui pendampingan, pembinaan, dan pemberdayaan penenun.
“Mari kita cintai, gunakan, dan promosikan wastra NTB dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan hanya tentang identitas budaya, tetapi juga tentang menjaga martabat penghidupan para perajin,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Marvelous Wastra NTB, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya semakin menguat, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para penenun dan pelaku UMKM wastra di daerah. (*)












