Groundbreaking Program Hilirisasi Unggas Terintegrasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa resmi memulai pembangunan.

Yakni Program Hilirisasi Unggas Terintegrasi (HUT) senilai Rp1,3 triliun melalui kegiatan ground breaking yang digelar di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat lalu.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Gubernur NTB, anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian RI, jajaran Forkopimda.

Termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), Staf Ahli, para Asisten, Kepala OPD, perwakilan BUMN, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat, Kecamatan Moyo Hilir.

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian (HPK) RI, Dr. drh. Makmun, M.Sc, dalam sambutannya menegaskan bahwa program hilirisasi unggas ini merupakan terobosan strategis pemerintah.

Ini sebagai salah satu ikhtiar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Ia menyebutkan, NTB memiliki posisi strategis.

Baca Juga:  Pendapatan Pajak Daerah Sumbawa Ditargetkan Naik 10 Persen Tahun Ini

Terutama sebagai produsen jagung peringkat ketiga nasional, sementara jagung menyumbang sekitar 50 persen komposisi bahan baku pakan ternak. “Presiden telah mengunci harga jagung sehingga tidak ada lagi jagung murah. Ini kabar baik bagi petani dan peternak kita,” ujarnya.

Direktur HPK RI Makmun berharap pembangunan pabrik pakan dapat berjalan optimal agar peternak tidak lagi kesulitan memperoleh DOC dan pakan dengan harga terjangkau.

Pemerintah juga telah menyiapkan KUR peternakan berbunga 3 persen sebagai dukungan pembiayaan. “Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi agar program ini memberi manfaat luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu dari enam proyek unggas terintegrasi nasional yang akan dibangun di Indonesia. Menurutnya, kehadiran industri ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga:  Sukses STBM 5 Pilar, Dinkes Kota Binjai Belajar ke NTB

“Proyek ini diyakini akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Sumbawa dan NTB. Kami berharap pembangunannya berjalan lancar dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kawasan unggas terintegrasi ini mencakup pembangunan pabrik pakan, unit pembibitan, hingga pengolahan hasil unggas, serta berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si, menyampaikan bahwa pembangunan industri unggas terpadu ini merupakan program strategis pemerintah pusat yang telah diperjuangkan sejak Juni 2025, dan akan dikembangkan oleh Danantara melalui BUMN Berdikari.

“Alhamdulillah, NTB menjadi salah satu dari enam provinsi yang ditetapkan sebagai lokasi dimulainya pembangunan industri ayam terpadu nasional,” kata Gubernur.

Baca Juga:  Dukung Bale Ngaji Dihidupkan Kembali, Ketua Komisi IV M Takdir : Pembentuk Karakter dan Akhlak Anak Bangsa

Ia menjelaskan, industri unggas terpadu ini akan mencakup seluruh ekosistem, mulai dari grandparents stock, parents stock, final stock, industri pakan, hingga industri pengolahan ayam.

“Insya Allah, ini akan melengkapi rantai pasok dan menjamin ketersediaan bahan pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tambahnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa capaian Program MBG di NTB telah melampaui target awal dan kini memasuki tahap kedua. Pemerintah daerah tengah menyiapkan skema 3T.

Yakni meliputi Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Dimana untuk memastikan pemerataan program hingga ke seluruh wilayah Provinsi NTB, termasuk Kabupaten Sumbawa.

“Presiden menargetkan Desember 2026 program MBG harus 100 persen. Kami optimistis NTB bisa mencapai target itu lebih cepat, bahkan pada Mei mendatang,” tutup Gubernur Iqbal. (*)